Berita Situbondo

Tak Punya Izin dan Diprotes Warga, Tempat Penimbangan Tebu di Situbondo Ditutup

Aktifitas penimbangan tebu milik Sijais. warga  Desa Pesangrahan,  Kecamatan Jangkar,  terpaksa ditutup oleh pihak Muspika setempat. 

Penulis: Izi Hartono | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/izi hartono
Lokasi penimbangan tebu tak berikan yang ditutup. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono

TRIBUNJATIM. COM. SITUBONDO - Aktifitas tempat penimbangan tebu milik Sijais. warga Desa Pesangrahan, Kecamatan Jangkar, terpaksa ditutup oleh pihak Muspika setempat. 

Penutupan aktivitas penimbangan tebu itu, setelah mendapat protes dari warga sekitar. 

Selain dianggap mengganggu warga sekitar, tempat penimbangan tebu belum memiliki ijin resmi dari instasi terkait. 

Salah seorang warga mengatakan, para warga menolak, selian tidak memiliki ijin dan menggangu masyarakat.

"Kami sangat terganggu, karena aktivitasnya sampai malam hari," ujar Iwan Yulianto saat dipertemukan dengan Muapika dan didampingi komisi III di tempat penimbangan milik Sujais tersebut. 

Selain gangguan debu, kata Iwan, adanya tempat penimbangan tebu tanpa melalui perijinan warga sekitar. 

"Seharusnya namanya tetangga harus memberi tau kalau akan mendirikan tempat usaha, ini tidak ada. Bahkan dari desa dan kecamatan juga tidak ada, " kata Iwan.

Tempat penimbangan ini, lanjut Iwan, sebenarnya sudah berjalan selama hampir dua tahun dan baru mau mengurus ijin setelah ramai diprotes oleh warga. 

"Kemaren kemana, kok mau ngurus ijin setelah ramai begini. Sehingga DLH kita datangi" tukasnya. 

Iwan menjelaskan, sebenarnya pemilik usaha ini sudah mendapat surat peringatan sebanyak tiga kali.

"Dua kali diberi surat pak Sujais tidak datang, pak Kadis DLH memberi waktu bertemu dengan warga. Namun sampai satu minggu tidak ada kabar," jelasnya. 

Camat Jangkar,  Harius mengatakan untuk sementara kegiatan penimbangan tebu disini ditutup hingga hari Jumat mendatang. 

Mantan Camat Sumbermalang menjelaskan, tempat penimbangan milik Sujais diprotes karena berdekatan dengan lingkungan masyarakat. 

"Sementara tempat lain tidak ada protes karena jauh dari pemukiman warga," kata Harius. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved