Breaking News:

Berita Magetan

Sambut Musim Hujan, Puluhan Kilometer Saluran irigasi di Magetan di Rehabilitasi

Pekerja kasar terlihat tergesa gesa ini seakan berburu waktu, karena matahari sudah berada hampir diufuk barat, seperti dilakukan pekerja jaringan

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Pekerja fisik jaringan irigasi di Dusun Babar, Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan terlihat bekerja cepat berpacu dengan waktu. Umumnya DPU PR memberdayakan warga setempat, memperkuat ekonomi, yang sempat lemah sebagai dampak pandemi covid 19. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pekerja kasar yang terlihat tergesa gesa ini seakan berburu waktu, karena matahari sudah berada hampir di ufuk barat, seperti dilakukan pekerja jaringan fisik irigasi di Dusun Babar, Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Rehabilitasi rigasi sepanjang 325 meter ditarget selesai dalam 60 hari kerja. Sepanjang pengerjaan itu irigasi ini masih tetap difungsikan sebagai pengairan sawah di Desa Bogoarum, khususnya puluhan hektar sawah warga Dusun Babar.

"Kita harus cepat cepat, karena sore selepas pukul 16.00 an, saluran irigasi ini airnya harus dialirkan. Makanya kita berburu waktu. Bekerja cepat Ini kami lakukan selama 60 hari ke depan,"kata salah seorang pekerja yang mengaku bernama Samsuri warga setempat yang direkrut CV Adhi Karya Indah kepada Surya, Kamis (16/9).

Menurut Samsuri, CV mempekerjakan warga setempat sebagai pemberdayaan masyarakat yang di wilayah Dusun Babar banyak warga masyarakat setempat yang memebutuhkan pekerjaan yang saat ini sulit di dapat di masa pendemi Covid-19 ini.

"Warga yang mau saja yang bekerja, mereka umumnya warga yang biasa buruh tani. Karena musim tanam belum mulai, yang mau kerja proyekkan mendaftar,"ujarnya. 

Baca juga: Banyak Keluhan Air Tidak Mengalir, Pimpinan DPRD Gresik Nilai Kinerja PDAM Giri Tirta Belum Optimal

Sementara Kepala Bidang SDA PUPR Yuli K Iswahyudi didampingi Kasi Operasi dan Pemeliharaan Sarpras  Hendro Sasongko, menyebutkan proyek rehabilitasi ini harus secepatnya dikerjakan agar pengairan ke sawah warga bisa maksimal.

"Rahab irigasi ini usulan warga, karena irigasi sebelumnya hanya berupa galian tanak yang di bangun menyerupai irigasi. Karenanya bila air melimpah air tidak seluruhnya bisa disalurkan,"kata Yuli dianggukan Hendro kepada Surya, Kamis (16/9).

Menurut Yuli, rehabilitasi saluran irigasi ini bukan hanya di Dusun Babar, Desa Bogoarum, Plaosan. Tapi banyak titik lokasi yang kalau di jumlah mencapai puluhan kilometer. Namun karena keterbatasan anggaran dipilih mana yang harus didahulukan di rehab.

"Ini saja kita cicil, menyesuaikan anggaran. Desa desa yang mengajukan perbaikkan jaringan irigasi banyak. Karena anggaran terbatas  kita pilih skala prioritas, mana yang lebih didahulukan menjelang musim penghujan ini,"ujarnya.

Dusun Babar, lanjut Hendro Kasi Sarana Prasarana (Sarpras) Sumber Daya Alam (SDA) DPU PR Kabupatem Magetan, dipilih karena jaringan irigasi sudah banyak yang rusak dan debit air bila hujan sangat tinggi, tapi tidak bisa tertampung dan hanya terbuang ditengah jalan. 

"Dengan banyaknya jaringan irigasi yang sudah rusak, air terbuang. Tidak sampai ke sawah warga Babar. Lewat Desa Bogoarum, mereka mengajukan rehab jaringan irigasi ke Pemkab, kemudia lewat Bidang SDA, DPU PR mensurvey lokasi irigasi yang rusak ini,"pungkas Hendro.
 (tyo)

Kumpulan berita Magetan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved