Breaking News:

Berita Malang

Kasus Fetish Mukena di Malang, Psikolog: DA Mengidap Gangguan Sejak Kelas 4 SD

Polresta Malang Kota telah menghentikan penyelidikan kasus fetish mukena. Hal itu dilakukan, karena pihak kepolisian tidak menemukan adanya unsur pida

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/kukuh
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo (tengah) bersama Psikolog Sayekti Pribadiningtyas (kanan) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polresta Malang Kota telah menghentikan penyelidikan kasus fetish mukena. Hal itu dilakukan, karena pihak kepolisian tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.

Selain itu, teradu pria fetish mukena berinisial DA juga telah mengakui perbuatannya tersebut. Dan ia juga telah meminta maaf kepada masyarakat Malang Raya, khususnya kepada para model mukena.

Saksi ahli dari bidang psikologis, Sayekti Pribadiningtyas mengungkapkan, DA telah mengidap fetish mukena sejak kelas 4 SD.

"Dan fetish yang diidap DA, telah masuk dalam kategori gangguan. Untuk menyebutkan sesuatu masuk kategori gangguan atau bukan, itu ada kriterianya, yaitu sekurang-kurangnya dilakukan enam bulan intens dengan satu obyek," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (20/9/2021).

Dirinya mengungkapkan pada saat SD, DA pernah dibawa ke psikolog. Terkait fetish mukena yang diidapnya tersebut.

"Dari keterangan DA, bahwa yang bersangkutan pernah dibawa ke psikolog saat SD. Karena terjadi sesuatu, dan pihak sekolah memanggil orangtuanya, kemudian dkonsultasikan ke psikolog. Namun, nampaknya mungkin tidak dilakukan mendalam atau intens, sehingga (fetish mukenanya) berkelanjutan," jelasnya.

Sayekti juga kembali menerangkan, bahwa DA memiliki kelainan psikologis yang disebut fetish mukena. Yakni, orientasi seksual terhadap benda mati yaitu mukena.

"DA melakukan pemenuhan hasrat seksual mukena setiap hari. Dan secara spesifik, DA menyukai mukena yang terbuat dari kain satin," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved