Breaking News:

Berita Gresik

Kurangi Sampah di Masyarakat, Dikembangkan Warung Kopi di Gresik Bayar Pakai Sampah 

Warung Kopi bayar sampah terus dikembangkan di Kota Gresik. Hal itu dibuktikan dengan dibukanya dua warung kopi di wilayah Kecamatan Gresik dengan

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
SAMPAH - Penyerahan perlengkapan timbangan dan bak sampah untuk pengembangan ngopi bayar sampah, Selasa (21/9/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Warung Kopi bayar sampah terus dikembangkan di Kota Gresik.

Hal itu dibuktikan dengan dibukanya dua warung kopi di wilayah Kecamatan Gresik dengan membayar pakai sampai, Selasa (21/9/2021). Setahun bisa terkumpul satu ton sampah. 

Kreator Kopi Sampah Imam Wahyu mengatakan, dengan membayar secangkir kopi memakai sampah diharapkan bisa mengurangi sampah di masyarakat. Sehingga mengajak pengusaha kopi untuk membayar pakai sampah. Baik sampah plastik, kardus maupun kertas. 

"Semakin banyaknya warung kopi yang menerapkan kegiatan ngopi bayar pakai sampah, maka akan semakin besar pengurangan sampah yang biasanya terbuang ke TPS," kata Imam, yang juga sekretaris Kelompok Desa Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Gresik.

Selain mengurangi sampah, gagasan ngopi bayar sampah diharapkan juga mendidik generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan. Sebab, di Gresik banyak ribuan warung kopi yang pengunjungnya rata-rata anak muda. Dan banyak sampah yang dibuang sembarangan. 

"Lebih penting lagi, ngopi bayar sampah ini sebagai sarana edukasi bagi generasi muda, agar lebih bijak dalam memperlakukan sampah serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan," imbuhnya. 

Dalam pengembangan ngopi bayar sampah ini mendapat dukungan dari Pertamina Lubricants. Setiap warung mendapat timbangan dan tempat sampah. Ada dua warung yang dikembangkan yaitu Warung Pink di Jalan Ikan Dorang Besar, Kelurahan Sidokumpul dan Warung Cak Mat Desa Sidorukun. Semuanya wilayah Kecamatan Gresik.

Baca juga: Anak di Bawah 12 Tahun Bisa Ngemall, Epidemiolog Sebut Kekebalan Anak Lebih Tinggi dari Orang Dewasa

"Semua peralatan baik berupa timbangan, tempat sampah dan banner dari Pertamina Lubricants. Ini untuk mendidik masyarakat mengurangi sampah di masyarakat," katanya. 

Lebih lanjut Imam menambahkan, kedai kopi sampah yang pertama didirikan di Jalan Kramat Langon, Kurahan Sidokumpul, Gresik telah berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 1 ton. 

"Di kedai kopi sampah, selama satu tahun  bisa mengumpulkan sampah sejumlah 987 kilogram atau sekitar 1 ton," katanya. 

Dalam pengembangan kopi bayar sampah tersebut dihadiri Camat Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo, perwakilan manajemen Pertamina Rubricant, Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik Irwanto dan Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Drs. Umaya. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved