Berita Surabaya
Seusai Sidoarjo, Vaksinasi Aglomerasi Sasar Gresik-Bangkalan Pekan Depan
Pemkot Surabaya rencananya bakal melanjutkan vaksinasi aglomerasi pekan depan. Setelah dimulai dari Sidoarjo awal pekan ini, Pemkot akan membantu
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya rencananya bakal melanjutkan vaksinasi aglomerasi pekan depan. Setelah dimulai dari Sidoarjo awal pekan ini, Pemkot akan membantu Gresik dan Bangkalan.
Ini buah kerjasama TNI Angkatan Laut (AL) dengan pemda baik dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Bangkalan. Rencananya, vaksinasi massal dilakukan 29 dan 30 September 2021.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, menegaskan pentingnya percepatan vaksinasi di wilayah aglomerasi. "Kami telah bertemu dengan masing-masing pihak untuk membahas percepatan vaksinasi,” kata Laksda Iwan, Kamis (23/9/2021).
Saat ini, capaian vaksinasi di wilayah aglomerasi masih berada di bawah target. Hanya Surabaya saja yang dosis pertamanya telah mencapai 100 persen.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 23 September 2021, capaian vaksinasi dosis pertama di Kota Surabaya mencapai 105,91 persen.
Kemudian, Sidoarjo mencapai 52,69 persen. Sedangkan Gresik dan Bangkalan masing-masing 56,42 persen dan 20,44 persen.
Baca juga: Polresta Probolinggo Gelar Vaksinasi bagi Tuna Wima dan Pemulung
Menurut Pangkoarmada, empat Kabupaten/Kota itu merupakan satu kesatuan. Sehingga, ada keterkaitan satu daerah dengan daerah lainnya dalam mengantisipasi sebaran kasus Covid-19.
"Apabila satu daerah capaian vaksinasinya bagus tapi di daerah lainnya tidak bagus, maka yang lain juga tidak bagus,” katanya.
Ini juga menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia (RI). Yang mana, percepatan vaksinasi Covid-19 harus dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19.
Begitu pula, untuk capaian vaksinasi di wilayah aglomerasi harus mencapai 70 persen. Sehingga, pemulihan perekonomian nasional bisa cepat dilakukan.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, bahwa kalau ingin perekonomian maju, maka secepatnya harus menekan penyebaran Covid-19 dengan cara melakukan vaksinasi," tegasnya.
Nantinya, vaksinasi massal itu akan menggunakan vaksin Sinovac. Ini akan menyasar masyarakat yang berusia 12 tahun ke atas.
Sedangkan, untuk tenaga kesehatan yang akan dikerahkan merupakan kolaborasi antara setiap daerah dengan Koarmada II. "Semuanya itu kolaborasi, tidak hanya tenaga medisnya, tapi juga (stok) vaksinnya,” ujarnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun siap mendukung penuh. "Pak Panglima mengajarkan kepada kami sebagai kepala daerah, bagaimana kita harus bisa berbuat yang terbaik untuk negara ini, negara Indonesia yang kita cintai,” kata Wali Kota Eri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wali-kota-surabaya-eri-cahyadi-218.jpg)