Breaking News:

Berita Surabaya

Persiapan Buka 7 Taman di Surabaya, Pemkot Wajibkan Pengunjung Divaksin dan Gunakanb PeduliLindungi

Pemkot Surabaya saat ini masih menunggu izin dari pemerintah pusat untuk membuka tempat wisata hingga sejumlah taman di Surabaya. Sekalipun demikian

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Pengunjung melihat salah satu ikon di Taman Prestasi sebelum ditutup pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Surabaya. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pemkot Surabaya saat ini masih menunggu izin dari pemerintah pusat untuk membuka tempat wisata hingga sejumlah taman di Surabaya. Sekalipun demikian, ada sejumlah teknis yang dimatangkan Pemkot Surabaya.

Nantinya, aturan yang memperbolehkan pembukaan taman akan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). ”Pembukaan taman rencananya sesuai Inmendagri. Sebenarnya, sarana dan prasarana di taman sudah siap. Namun, sekali lagi pelaksanaan (pembukaan) menunggu Inmendagri,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, Anna Fajriatin dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (2/10/2021).

Nantinya, akana ada 7 taman yang disiapkan untuk dibuka dalam tahap awal. Yakni, Taman Bungkul, Kebun Bibit Wonorejo, Taman Flora, Taman Sejarah, Taman Cahaya, Taman Pelangi, dan Taman Harmoni.

Menurutnya, masing-masing taman tersebut cukup memungkinkan untuk melaksanakan protokol kesehatan. Selain luas, fasiltasnya juga lengkap.

”Tamannya luas kemudian sarana bermainnya lengkap. Itu representatif untuk jarak dibandingkan taman lain. Kami juga memilih taman yang mewakili beberapa Kawasan di Surabaya (utara, selatan, barat, dan timur),” katanya.

Sekalipun cukup luas, jumlah pengunjung akan tetap dibatasi. Pun demikian juga dengan jam buka yang rencananya hanya akan dibuka sekitar 4 jam di tiap harinya.

Baca juga: Percepatan Herd Immunity, 40 Tahanan Polresta Malang Kota Divaksin

Menurut Anna, selain tetap menjalankan aturan prokes, akan ada aturan tambahan yang wajib dilaksanakan oleh pengunjung. Di antaranya kewajiban telah mengikuti vaksinasi yang dibuktikan dengan aplikasi PeduliLindungi.

Sekalipun demikian, rencananya pihaknya tetap memperbolehkan anak masuk ke dalam taman. ”Pengunjung yang akan masuk wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan wajib vaksin. Kemungkinan, anak boleh masuk,” kata Anna.

Untuk diketahui, seluruh taman di Surabaya tutup sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat awal Juli lalu. Tak hanya taman, sejumlah ruang terbuka hijau lainnya, di antaranya hutan kota hingga kebun raya mangrove juga tutup.

Namun, seiring dengan menurunnya angka Covid-19 dan level PPKM di di Surabaya, tempat wisata tersebut berpotensi bisa kembali buka waktu dekat. Sekalipun, aturan ini masih harus menunggu pemerintah pusat. (bob)

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved