Breaking News:

Berita Jatim

Perluasan Pemasaran Produk IKM Jatim ke Pasar Busan Korea Selatan Terus Didorong

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur kembali mendorong perluasan pemasaran produk lokal

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
Perluasan Pemasaran Produk IKM Jatim ke Pasar Busan Korea Selatan Terus Didorong
Istimewa/TribunJatim.com
Pelaku IKM Jatim saat bertemu dengan buyer asal Korsel pada kegiatan Business Matching Online (BMO) yang diselenggarakan oleh Disperindag Jatim.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur kembali mendorong perluasan pemasaran produk lokal daerah untuk menembus pasar internasional.

Terbaru, Disperindag Jatim menjembatani para eksportir untuk bertemu buyer dari Busan, Korea Selatan melalui kegiatan Business Matching Online (BMO). Senin (4/10/21).

"Kegiatan ini sejalan dengan semangat Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk terus mendorong percepatan peningkatan transaksi perdagangan luar negeri serta menambah devisa melalui ekspor guna menyeimbangkan neraca perdagangan Jawa Timur," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan.

Drajat menjelaskan, Korea Selatan merupakan salah satu mitra dagang potensial bagi Jawa Timur dengan nilai transaksi dagang yang surplus sebesar USD 53,81 juta, terdiri dari nilai ekspor sebesar USD 446,64 juta dan nilai impor sebesar USD 392,81 juta pada periode Januari – Agustus 2021.

Baca juga: Perjuangan Warga Driyorejo Gresik, Hampir Satu Bulan Mencari Penyebab Kematian Putra Keduanya

Selain itu, melalui Persetujuan Indonesia-Korea Selatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang telah ditandatangani pada 18 Desember 2020, produk Indonesia dapat dipasarkan ke Korea Selatan dengan tarif nol persen.

"Kondisi tersebutlah yang dapat dimanfaatkan oleh produk lokal daerah Jatim, sebagai momentum untuk masuk ke pasar Korea Selatan," imbuh dia.

Drajat menambahkan, salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi COVID-19 adalah para pelaku usaha khususnya IKM/UKM, oleh karena itu Pemprov Jatim fokus untuk membantu UMKM terutama yang export oriented agar bisa menembus dan menjelajahi market Korea Selatan.

"Jadi, meskipun mereka tidak bisa hadir di Busan, kami ajak produk-produk tersebut untuk dipamerkan dan mengikuti business matching antara seller dan buyer, yang seluruhnya dilakukan secara virtual,” jelasnya.

Business Matching Online (BMO) sendiri, kata Drajat, merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh Pemprov Jatim melalui Disperindag Jatim dengan mengundang perwakilan negara-negara sahabat untuk mempromosikan produk unggulan daerah Jawa Timur di tengah pandemi Covid-
19.

Di BMO itu, komoditas ekspor unggulan daerah Jatim diperkenalkan kepada buyer yang ada di Korea.

Bahkan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan turut mendukung kegiatan sebagai fasilitator dan mediator di acara business matching untuk memudahkan proses export- import antara buyer dan seller.

Adapun jenis komoditas yang turut diperkenalkan dalam kegiatan ini antara lain adalah food & beverage, coffee, aroma therapy serta essential oil, dan fish. Sedangkan importer dari Korea Selatan yang turut mengikuti kegiatan Business Matching antara lain adalah Inakor Co.,Ltd, Ulubelu Korea, Alphom Internationalco.tld, Jeil Pharmaceutical, Hanapia, CF Energy, dan Cafe Mia.

“Semoga kegiatan ini dapat menghasilkan kesepakatan transaksi dagang yang berkelanjutan khususnya bagi para IKM/UKM yang ingin memperluas pemasarannya dan masuk ke pasar Korea Selatan,” pungkas Drajat.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved