Berita Madura
Fenomena Baru di Pamekasan Sejak Pandemi Mewabah, Marak Beredar Info Kehilangan Keluarga ODGJ
Beberapa pekan terakhir ini, di Kabupaten Pamekasan, Madura kerap kali ditemukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di jalan dan ke ru
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Beberapa pekan terakhir ini, di Kabupaten Pamekasan, Madura kerap kali ditemukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di jalan dan ke rumah warga.
Bahkan sebagian dari keluarga di Pamekasan, kerap kali menginformasikan adanya kehilangan keluarganya ODGJ.
Fenomena ini muncul sejak wabah pandemi Covid-19 mewabah di Pamekasan.
Kepala Bidang P2P Dinkes Pamekasan, dr Nanang Suyanto mengingatkan kepada masyarakat Pamekasan yang menemukan ODGJ di jalan atau di nyasar ke rumah warga agar bisa melaporkan langsung ke beberapa pihak terkait.
Baca juga: Menyoal ASN Bolos Berjamaah, Komisi 1 DPRD Sumenep Panggil Inspektorat BKPSDM dan Dinkes
Seperti aparat desa, Puskesmas, Kecamatan, dan Dinas Sosial untuk dibantu mendapatkan perawatan dan dikembalikan kepada keluarganya.
"Agar tidak terjangkit gangguan jiwa bisa menerapkan iman, aman, imun serta meningkatkan kualitas diri," kata dr Nanang Suyanto, Senin (11/10/2021).
Menurut Dokter yang akrab disapa Nanang ini, penyebab manusia mengalami gangguan jiwa diakibatkan karena faktor ekonomi, sosial, keturunan, dan usia.
Saran dia, untuk mendeteksi dini apakah masyarakat atau keluarganya mengalami ODGJ bisa memanfaatkan sarana kesehatan milik pemerintah.
"Ya seperti puskesmas, rumah sakit rujukan, dan kami juga bersinergi dengan Ikatan Dokter Kesehatan Jiwa," pungkasnya.
Baca juga: Jelang HUT ke-76 Provinsi Jatim, Emil Ziarah ke Makam Pemrakarsa Pembangunan Jembatan Suramadu