Breaking News:

Berita Sidoarjo

Hakim Tolak Gugatan terkait Utang-piutang terhadap Wakil Bupati Sidoarjo Subandi

Gugatan kepada Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, kandas. Gugatan terkait utang-piutang itu ditolak oleh majelis hakim dalam sidang di PN Sidoarjo.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Taufik
Suasana sidang putusan gugatan terhadap Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Senin (11/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Gugatan Darmiati Tansilong kepada Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, kandas.

Gugatan terkait utang-piutang itu ditolak oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Senin (11/10/2021).

"Menyatakan, menolak gugatan karena penggugat tidak dapat membuktikan dalil gugatannya," kata Syarifuddin Ainur Rofik, ketua majelis hakim, membaca putusannya.

Perkara yang disidangkan itu adalah persoalan utang.

Penggugat menyebut, tergugat punya tanggungan utang sekitar Rp 3 miliar yang harus dilunasi.

"Klien kami sudah melunasi. Bukti-bukti pembayarannya ada semua. Kami juga heran kenapa sampai ada gugatan ini. Apalagi sebelumnya juga sempat dilaporkan ke polisi dan perkaranya di-SP3," ujar Much Al Irsyad, kuasa hukum tergugat.

Diceritakan, utang-piutang itu terjadi pada tahun 2012 lalu. Saat Subandi masih menjabat sebagai kepala desa dan menjalankan bisnis sebagai pengembang perumahan.

Ketika itu, Subandi meminjam uang sekitar Rp 2 miliar kepada Darmiati. Menurut Irsyad, sejak awal 2013, pinjaman itu mulai dibayar.

"Ada 45 kali transfer, dari awal 2013 sampai awal 2018. Totalnya mencapai Rp 3 miliar lebih. Ini buktinya," sambung Irsyad sambil menunjukkan beberapa rekapan bukti transfer kliennya.

Baca juga: Pengemis, Pengamen dan Anak Jalanan Menjamur di Sidoarjo, Liponsos Sudah Overload

Pada Februari 2018 lalu, pihak Darmiati melaporkan Subandi ke Polresta Sidoarjo dengan tuduhan penggelapan dan penipuan atas perkara itu.

"Laporan ke Polresta Sidoarjo itu tidak terbukti. Sehingga di-SP3 oleh penyidik pada Mei 2020 kemarin. Namun mereka tetap ngeyel dengan mengajukan gugatan ke PN Sidoarjo, April 2020 kemarin," papar dia.

Lagi-lagi upaya hukum yang ditempuh oleh pensiunan polisi itu kandas. Setelah di-SP3 di kepolisian, gugatan di pengadilan juga ditolak oleh majelis hakim.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved