Berita Surabaya
Dapat Dukungan DPRD Surabqya, Eri Cahyadi Optimistis APBD 2022 senilai 10 T Selesai Dibahas Sebulan
Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Surabaya tahun 2022 diyakini berjalan mulus. Ditargetkan dibahas kurang dari sebulan
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Surabaya tahun 2022 diyakini berjalan mulus. Ditargetkan dibahas kurang dari sebulan, APBD ini dapat disepakati pada 10 November mendatang.
Pemkot telah memasukkan dokumen Rancangan APBD tahun 2022 ini ke DPRD Surabaya pada pekan ini. Sebelumnya, pengesahan KUA PPAS APBD 2022 telah dilakukan 7 Oktober lalu.
Pada Rabu, (13/10/2021), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD (R-APBD) 2022 di Sidang Paripurna.
Cak Eri menyampaikan, kekuatan belanja tahun 2022 mencapai Rp 10,173 triliun. Sedangkan pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp 9,301 triliun.
Di kesempatan tersebut, Cak Eri menyebut pihaknya bersama DPRD juga bersepakat bahwa pembahasan dilakukan secara musyawarah. Termasuk, target tanggal pengesahan.
Baca juga: Ratusan Polisi Bakal Dilatih Keterampilan Membuat Roti hingga Bumbu Dapur
Paling lambat, APBD 2022 dapat disahkan pada tanggal 10 Nopember bertepatan dengan Hari Pahlawan. "Tentu ini akan menjadi spirit baru bagi kita untuk terus membangun Kota Pahlawan ini,” kata Cak Eri.
Pada APBD 2022, pihaknya masih akan fokus pada dua hal. Yakni, penuntasan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
Dalam penuntasan pandemi, pemkot kembali menganggarkan insentif bagi para tenaga kesehatan. Ini melanjutkan tahun ini mengingat nakes menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi.
Selain itu, pihaknya juga fokus dalam pemulihan ekonomi. Terutama di sektor UMKM.
"Termasuk, penanganan angkatan kerja yang terus bertambah, pembangunan infrastruktur, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat,” kata dia.
Selain itu, persentase anggaran untuk sektor pendidikan juga masih akan dipertahankan di atas 20 persen. Anggaran ini untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat SD dan SMP Negeri dan bantuan sekolah-sekolah swasta melalui BOPDA.
Juga, pembelian seragam siswa-siswa yang masuk dalam Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). "Pemkot dan DPRD Surabaya juga sudah sepakat untuk membantu SPP dan pembelian seragam pelajar SMA/SMK yang tidak mampu,” ujarnya.
Kolaborasi yang baik antara Pemkot Surabaya dan DPRD Kota Surabaya diyakini membuat pembahasan semakin mulus. Sehingga, APBD bisa disahkan pada 10 November nanti.
“Pemkot dan DPRD juga sudah sepakat bahwa ke depan, kesejahteraan dan kebahagiaan warga Kota Surabaya menjadi fokus utama kami,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wali-kota-surabaya-eri-cahyadi-saat-menghadiri-sidang-paripurna.jpg)