Breaking News:

Berita Bisnis

Industri Hulu Migas Hadir, Industri Penunjang Nasional Ikut Berkembang

Industri hulu migas telah membantu Pemerintah terhadap perputaran roda perekonomian nasional maupun daerah.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/SRI HANDI LESTARI
Diskusi media secara virtual bertema Hulu Migas Datang, Industri Berkembang 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus meningkatkan implementasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan sosialisasi pengembangan kapasitas nasional industri hulu migas demi terciptanya multiplier effect bagi perekonomian nasional maupun daerah.

Keberadaan industri hulu migas beserta penunjangnya telah memberikan dukungan bagi kelangsungan industri lain terutama di masa pandemi Covid 19 dengan tak menghentikan kegiatan selama pandemi, tapi tetap perhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Industri hulu migas telah membantu Pemerintah terhadap perputaran roda perekonomian nasional maupun daerah.

Baca juga: SKK Migas Turut Menanam Cemara Laut di CMBR Lembung Paseser

Pada tahun 2020 kontribusi hulu migas ke penerimaan negara mencapai Rp 122 triliun atau tercapai 144 persen dari target APBNP 2020. Hingga Agustus 2021, penerimaan negara dari sektor hulu migas sudah mencapai Rp 125 triliun atau 125 persen dari target 2021.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Dr Erwin Suryadi, ST, MBA, mengatakan, industri hulu migas telah berkontribusi besar terhadap penerimaan negara yang
membutuhkan banyak biaya untuk penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Kami optimis industri hulu migas masih dapat memberikan kontribusi sebesar puluhan triliun bagi penerimaan negara di quartal ketiga tahun 2021 ini," ungkap Erwin, dalam diskusi media secara virtual bertema Hulu Migas Datang, Industri Berkembang, Selasa (12/10/2021). 

Baca juga: Target Lifting Minyak SKK Migas Tahun 2021 Sama dengan Tahun 2020

Selain itu industri migas juga telah berkontribusi bagi industri lain di tahun 2020-2021 dengan nilai keseluruhan kontrak yang mencapai USD 7,127 miliar.

Menurut pengamat migas dari Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, industri hulu migas sangat berperan dalam melahirkan industri-industri jasa dan penunjang nasional dalam lima tahun terakhir karena adanya keterkaitan antara satu dan lainnya.

Dengan adanya rencana produksi minyak dengan target 1 juta barel, peluang industri nasional untuk berperan aktif semakin besar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved