Breaking News:

Berita Nganjuk

Cegah Terjadinya Stunting, Puskesmas di Nganjuk Maksimalkan Peran KPM Tingkat Kecamatan

Cegah terjadinya stunting, puskesmas di Nganjuk memaksimalkan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) tingkat kecamatan.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Orientasi pertemuan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, dalam upaya pencegahan stunting, Sabtu (16/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Upaya pencegahan stunting akibat gizi kronis terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Satu di antaranya dilakukan Puskesmas Pace Kabupaten Nganjuk dengan memaksimalkan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) kecamatan.

Kepala Puskesmas Pace, dr Rahmawati Eka Wardhani mengatakan, upaya yang dilakukan tersebut sebagai tindak lanjut rembug stunting Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk. Di mana rembug stunting tersebut merupakan wadah komunikasi dan informasi antarkader kesehatan desa. Sekaligus salah satu rangkaian permusyawarahan desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) desa tahun berikutnya.

"Kegiatan itu juga menjadi amanat pemerintah terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan dana desa, terutama untuk pencegahan dan penanganan stunting," kata Rahmawati Eka Wardhani, Sabtu (16/10/2021).

Dijelaskan Rahmawati, untuk pencegahan stunting sendiri ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Salah satunya melaksanaan pemantauan lapangan. Yakni komitmen pencegahan stunting dengan mengadakan pemantauan kepada ibu hamil, menyusui serta balita.

"Progres di Kecamatan Pace terkait stunting melalui program Gentasibu sejak tahun 2011 lalu ada di Desa Bodor yang pertama kali masuk kategori desa stunting. Dan alhamdulillah kini sudah terbebas dari stunting," ucap Rahmawati.

Kegiatan orientasi pencegahan stunting itu sendiri, ungkap Rahmawati, tidak akan berjalan dengan lancar tanpa bantuan kader. Karena tidak mungkin petugas puskesmas selalu memantau balita setiap hari dan pasti dibantu oleh para kader. Itu semua tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya sinergitas yang baik.

"Tentu saja dengan tujuan yang baik ini, mohon sinergitas tersebut dipertahankan. Karena awal dari negara yang sehat berasal dari anak-anak yang sehat pula," ujar Rahmawati.

Baca juga: BPKAD Nganjuk Maksimalkan Aplikasi Simaset Terintegrasi, Tingkatkan Pengelolaan Barang Milik Daerah

Sementara Sekretaris Kecamatan Pace, Suwardi menambahkan, kegiatan tersebut berfungsi sebagai forum diskusi terkait pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di desa, khususnya stunting. Dan itu juga untuk mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di desa.

"Kegiatan orientasi stunting ini bertujuan untuk menentukan apa yang dibutuhkan untuk pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Pace. Jika ada penyusunan RKP desa untuk menyusun sendiri, kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan untuk pencegahan stunting itu cukup baik,” kata Suwardi.

Untuk itu, ungkap Suwardi, kegiatan pencegahan stunting bukan tugas dari Dinkes Kabupaten Nganjuk saja, namun perangkat daerah terkait juga memiliki peran.

"Baik itu tim Dinas Kesehatan, maupun Dinas KB dan kader yang ada di desa harus bersinergi dalam hal pencegahan stunting. Alhamdulillah untuk wilayah Kecamatan Pace angka stunting saat ini sudah menurun," tutur Suwardi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved