Breaking News:

Berita Surabaya

Uri-uri Budaya Jawa 2 Sahabat Nekat Pindahkan Joglo hingga Kandang Sapi dari Tulungagung ke Surabaya

Sebagai orang Jawa, Dua sahabat Darmanto dan Suryani, memutuskan membuka usaha warung bertema Jawa. Terlihat dari eksterior maupun interior warung

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Habibur Rohman
WAROENG JOGLO - Pengunjung menikmati aneka menu dengan suasana bangunan lama di "Waroeng Joglo Merah Putih" Surabaya. Tempat makan di kawasan Merr Gunung Anyar ini menyajikan menu tradisional dengan suasana bangunan jawa (joglo) yang bisa dijadikan tempat pertemuan maupun edukasi tentang budaya jawa. 

Ada dua joglo dengan beda ukuran di area tersebut yang berjajar. Selanjutnya tampak rumah Sinom, dan rumah Srontong. Menurut Suryani, rumah Sinom dan Srotong adalah rumah untuk warga kasta kedua dan ketiga di budaya Jawa.

Baca juga: Masih Ditemukan Kasus Positif Covid-19 secara Sporadis di Tulungagung, Ini Sumber Penularannya

"Kalau joglo, biasanya dimiliki kades dan sejajarnya. Sinom untuk pegawai dibawah kades dan sejajarnya. Sementara untuk Srotong adalah rumah warga desa yang berada di strata paling bawah," jelas Suryani.

Kemudian ada Pawon yang artinya dapur dan tentunya langgar atau mushola sebagai tempat sholat. "Dengan adanya ini, kami juga ingin menguri-nguri budaya Jawa. Kalau kesini tidak hanya makan di warungnya, namun juga bisa menikmati suasana khas Jawa ini," tambah Suryani.

Sementara untuk pengelolaan warung, giliran Darmanto yang bertugas termasuk sebagai chef. Menu-menu yang disajikan, diolah secara tradisional dari tangan Darmanto dibantu 8 waitres.

"Sajian menu juga khas Jawa. Seperti olahan lodeh, olahan sayur asem, bayam, tempe, tahu, ayam, dan lainnya," jelas Darmanto.

Selain menu utama, juga ada menu camilan, seperti pisang godok, kacang godong, ketela godok dan sejenisnya. Juga wedang uwuh, teh dan kopi khas Warung Merah Putih.

"Kami buka mulai pukul 07.00 WIB untuk melayani pengunjung yang ingin sarapan mungkin, sampai malam pukul 22.00 WIB, yang mungkin ingin nongkrong sambil nyamil," jelas Darmanto.

Kapasitas tempat duduk di area ini, bisa menampung 100 orang. Namun untuk standing atau tamu berdiri bisa mencapai 200 orang.(rie/Sri Handi Lestari).

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved