Breaking News:

Berita Nganjuk

Bantuan Uang Tunai untuk PKL dan Warung Intensif Disalurkan Polres Nganjuk, Ringankan Beban Warga

Bantuan uang tunai untuk PKL dan warung intensif disalurkan Polres Nganjuk untuk meringankan beban warga di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Para PKL dan pemilik warung di Nganjuk yang memenuhi syarat mendapat bantuan tunai dari pemerintah, menerima bantuan yang disalurkan di Mapolsek Pace, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung (BTPKLW) terus dibagikan jajaran Polres Nganjuk.

Hal itu dilakukan dalam rangka meringankan beban berat ekonomi para PKL dan pemilik warung terdampak pandemi Covid-19 (virus Corona).

Kasie Polres Nganjuk, Iptu Juni Purwaningrum menjelaskan, bantuan uang tunai bagi PKL dan pemilik warung tersebut sabanyak Rp 1,2 juta per PKL atau warung. Dana tersebut merupakan dana dari pemerintah pusat yang penyalurannya diamanahkan kepada Polri.

"Mereka para penerima bantuan uang tunai itu sendiri telah memenuhi persyaratan sebagai penerima BTPKLW yang kami salurkan," kata Juni Purwaningrum, Sabtu (16/10/2021).

Dijelaskan Juni Purwaningrum, penyaluran bantuan tunai untuk PKL dan warung tersebut sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 dan Nomor 28 Tahun 2021. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kabupaten dan kota yang masuk PPKM Level 4.

Itu sesuai kriteria penerima bantuan, yakni PKL dan warung yang belum mendapatkan bantuan melalui skema Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM).

"Jadi, bantuan ini diperuntukkan bagai PKL dan warung yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 dan penerapan kebijakan PPKM," ucap Juni Purwaningrum.

Sementara Kapolsek Pace, Iptu Supomo menambahkan, untuk wilayah Kecamatan Pace bantuan uang tunai diperuntukkan bagai 100 PKL dan warung. Mereka berasal dari 18 desa di Kecamatan Pace.

Dalam kegiatan penyaluran bantuan uang tunai kepada PKL dan warung, dikatakan Supomo, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada penerima bantuan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

Baca juga: Cegah Terjadinya Stunting, Puskesmas di Nganjuk Maksimalkan Peran KPM Tingkat Kecamatan

Di samping itu, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada PKL dan pemilik warung untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap penyebaran Covid-19. Terlebih, hingga sekarang ini pandemi Covid-19 masih belum selesai di Kabupaten Nganjuk.

Masyarakat diminta tidak boleh abai terhadap Covid-19.

"Selama kegiatan penyaluran bantuan uang tunai kepada PKL dan warung dilaksanakan dengan prokes ketat," tutur Supomo.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved