Berita Surabaya
Dibekap agar Tidak Bisa Teriak, Begini Cara Bocah SD di Surabaya Kabur dari Sekapan 3 Penculik
Kronologi lengkap IM (12) bocah kelas 6 SD korban percobaan penculikan di Kota Surabaya berhasil melarikan diri dari sekapan tiga orang penculik di da
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
Apalagi, ungkap Nur, satu orang pelaku yang bertugas menyekap anaknya di bangku belakang, tiba-tiba keluar dari sisi kiri mobil, lalu menempelkan layar ponsel ke telinganya seperti sedang terlibat percakapan telpon dengan orang lain.
IM yang seketika itu, duduk tanpa pengawasan tak membiarkan kesempatan itu.
Nur mengatakan, anaknya itu sontak keluar dari pintu sisi kiri mobil, lalu berlari menjauh ke arah pintu masuk sebuah gang yang terhubung dengan Jalan Jemursari II, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya.
Kemelut yang terjadi dalam momen pelarian IM saat itu, membuat tas sekolah berisi sejumlah buku pelajaran miliknya masih tertinggal di dalam mobil pelaku.
Mendapati tangkapannya lepas begitu saja. Satu orang pelaku sempat berupaya melakukan pengejaran terhadap IM. Untungnya, upaya para pelaku itu, tak membuahkan hasil.
"IM sempat keluar dikejar orang 1, makanya dia itu jatuh. Tapi dia gak mau teriak karena ketakutan," ungkapnya.
Mungkin saking paniknya, IM yang lari tunggang langgang itu, sempat jatuh tersungkur menghindari kejaran para pelaku.
Akibanya, membuat bibir IM terluka mengucurkan darah, sehingga menjadi penyebab bagaimana pakaian seragam sekolah warna putih yang dikenakannya itu, berlumuran bercak darah.
"Jadi IM tanpa pengawasan. Mungkin disuruh jaga, malah hp-an, IM langsung lari, saking kencangnya, sampai jatuh-jatuh, keluar darah (bibirnya), itu bajunya masih saya rendam pakai bayclin," jelasnya.
Sementara itu, petugas penjaga tempat IM bersekolah Agus Riyanto mengungkapkan, IM sempat menyampaikan ciri-ciri spesifik kendaraan yang digunakan oleh para pelaku.
Hal itu disampaikan IM kepada pihaknya, saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama pihak kepolisian.
Bahwa, para pelaku mengendarai kendaraan mobil jenis sedan warna hitam.
"Mobil Alya atau Sigra gitu, warna hitam. 3 orang. Logatnya biasa (jawa timuran). Pakai masker semua," kata Agus Riyanto saat dihubungi TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/nur-paini-54-ibunda-im-12-bocah-kelas-6-sd-di-kota-surabaya-nyaris.jpg)