Berita Lamongan
Kematiannya Janggal, Santri Ponpes Amanatul Ummah Dibongkar Makamnya, Ortu Minta Proses Hukum
Makam seorang santri Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto asal Lamongan di pemakaman umum Tumenggungan Lamongan dibongkar, Kamis (21/10/2021) siang
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Makam seorang santri Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto asal Lamongan di pemakaman umum Tumenggungan Lamongan dibongkar, Kamis (21/10/2021) siang.
Makam Galang Tatkaryaka Raisaldi (14) dibongkar sebagai tindak lanjut proses penyelidikan terhadap kematian korban setelah delapan hari dimakamkan, tepatnya pada Kamis (14/10/2021).
Pembongkaran dilakukan oleh Polres Mojokerto dengan melibatkan sejumlah dokter, termasuk mereka yang sedang melanjutkan program pendidikan dokter spesialis (PPDS).
Baca juga: Materi Tes SKB CPNS 2021 dan Bobot Nilainya, Peserta Wajib Mematuhi Syarat Protokol Kesehatan Ini
Sementara petugas Polres Lamongan membantu pengamanan di lokasi.
Menurut juru bicara keluarga almarhum, Andrianto Wicaksono yang ditemui Surya.co.id (Tribunjatim Network) di lokasi pemakaman mengungkapkan, Galang sebelum meninggal adalah santri di Ponpes Ada Ummah Pacet.
Entah bagaimana mulanya, pada Rabu (13/10/2021) malam itu Galang belum kelihatan kembali ke asrama dan baru pukul 00.00 WIB Galang masuk asrama dan langsung tidur.
Keesokan harinya, Kamis (14/10/2021) korban diketahui sudah dalam meninggal, dan sempat dibawa ke poli hingga ke rumah sakit.
"Diketahui meninggal pada Kamis siang, kemudian sorenya dibawa pulang ke Lamongan untuk dimakamkan, "ungkap Andrianto.
Muncul kecurigaan dari pihak keluarga, saat itu ada keraguan lebam tangan kanan dan kiri. Termasuk ada sisa darah segar di mulut.
"Setelah dimandikan dimandikan keluar darah dari hidung, " ungkapnya.
Selama sepekan Galang dimakamkan, pihak keluarga timbul curiga, meminta untuk dilanjutkan dengan penyelidikan atas kematian Galang.
Menurut Andrianto, pihaknya tidak mau berandai-andai akan penyebab kematian almarhum.
"Kami tidak mau berandai-andai apa pemicunya, karena masih dalam proses penyelidikan, "ungkap Andrianto.
Soal lebam-lebam di tangan kanan dan kiri serta masih adanya darah segar saat dimandikan dengan dugaan adanya penyebab lain pada diri almarhum semuanya dipercayakan pada petugas yang sedang melakukan penyidikan, termasuk otopsi hari ini.
"Keluarga minta penyelidikan se-benar-benarnya, " tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/akstivitas-pembongkaran-makam-galang-tatkaryaka-raisaldi-14-di.jpg)