Breaking News:

Berita Entertainment

Nasib Artis Cantik Dinikahi Konglomerat Tua, Dulu Pamer Lalu Menyesal, Merasa Seperti Ayah dan Anak

Si artis cantik malah merasa hubungannya dengan pria berusia 73 tahun itu seperti ayah dan anak.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi
Bastille Post via TribunMedan
Nasib artis cantik dinikahi konglomerat tua. Endingnya menyesal. 

Umumnya, laki-laki lebih tua daripada perempuan sehingga diharapkan bisa menjadi sosok yang dewasa dan memimpin dalam pernikahan.

Kondisi tersebit dianggap lebih ideal dan minim risiko konflik untuk hubungan jangka panjang.

Usia yang seumuran dinilai memiliki pola pandang yang selaras, hal yang berpengaruh dalam keharmonisan hubungan.

Namun bisa kita lihat pula banyak pasangan yang memiliki jarak usia belasan sampai puluhan tahun tetap berbahagia.

Mereka berhasil mendobrak anggapan lawas tersebut dengan tetap memiliki pernikahan yang harmonis.

Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Bocah Memiliki Wajah Seperti Nenek hingga Danu-Yosef Tak Bisa Sembarang Bicara

Salah satu studi di Journal of Population Economics menunjukkan ada kaitan antara kepuasaan dalam pernikahan dengan perbedaan usia pasangan.

Pasangan dengan beda usia yang jauh memiliki kepuasan pernikahan yang lebih rendah dibandingkan yang seumuran.

Disebutkan, pasangan dengan beda usia nol sampai tiga tahun menunjukkan kepuasan yang lebih besar dibandingkan pasangan yang terpaut empat atau enam tahun.

Polanya berulang dengan pertambahan jarak usia pasangan.

Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Yosef Diduga Menyiramkan Air ke Ceceran Darah - Kondisi Psikologis Danu dan Yoris

Secara umum, kepuasan perkawinan menurun seiring dengan peningkatan perbedaan usia.

Penelitian ini menyatakan pasangan dengan jarak usia terlalu jauh kurang tahan terhadap guncangan negatif dalam hubungan, termasuk kesulitan ekonomi dan penyakit.

Ada faktor lain yang juga berpengaruh misalnya siklus kehidupan termasuk masa pensiun dan anak-anak.

Namun harus diketahui, rata-rata pria dan wanita menunjukkan tingkat kepuasan perkawinan yang lebih tinggi saat menikah dengan pasangan yang lebih muda daripada mereka yang memiliki pasangan yang lebih tua.

Hal tersebut terlepas dari perbedaan usia yang mereka alami.

Namun, kepuasan awal yang lebih tinggi itu tampaknya menghilang setelah enam hingga 10 tahun menikah.

Baca juga: Viral Video CCTV Dua Bandit Gondol Motor di Parkiran Minimarket Surabaya, Satu Pelaku Diduga Remaja

Penelitian yang dilakukan pada 3.374 pasangan ini bisa secara umum menunjukkan fenomena yang ada di masyarakat saat ini.

Meski demikian, bukan berarti jarak usia adalah kunci untuk pernikahan yang langgeng dan bahagia.

Ada berbagai aspek lain yang harus ikut dipertimbangkan seperti minat, gaya hidup, dan tujuan jangka panjang antara pasangan.

Dikutip dari laman Bride, Jenna Birch, penulis buku bertemakan relationship di Amerika Serikat mengatakan perbedaan usia bukan faktor utama untuk menentukan kualitas hubungan.

Apalagi kedewasaan itu relatif dan tidak bisa diukur hanya dengan usia.

"Kunci untuk pernikahan yang bahagia adalah memiliki kesamaan yang menjadi pengikat, perbedaan untuk dipelajari satu sama lain dan pandangan yang sama soal kemitraan," ujarnya.

Hanya saja, ia mengakui kadang jarak usia yang jauh memberikan beberapa perbedaan tentang nilai dan prinsip tertentu.

Karena itu, ada baiknya meyakinkan diri sebelum memutuskan menikah dengan pasangan yang berjarak usia cukup jauh.

Kumpulan berita entertainment

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved