Berita Ponorogo
MURI: Peringatan Hari Santri di Ponorogo Pecahkan Rekor Dunia, Bupati Ingatkan Resolusi Jihad
Pemerintah Kabupaten Ponorogo memecahkan rekor dunia dalam peringatan Hari Santri tahun 2021 ini, Minggu (24/10/2021). Rekor tersebut adalah
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Pemerintah Kabupaten Ponorogo memecahkan rekor dunia dalam peringatan Hari Santri tahun 2021 ini, Minggu (24/10/2021).
Rekor tersebut adalah bersepeda mengenakan sarung dan peci dengan peserta terbanyak yaitu 6.221 peserta.
Kegiatan tersebut dimulai dari beberapa titik start salah satunya di makam KH Hasan Besari, Kecamatan Jetis, Ponorogo.
Semua peserta yang kompak menggunakan sepeda Unto menempuh rutenya masing-masing yang telah ditentukan berdasarkan titik start awal.
Sedangkan untuk titik finishnya sama yaitu di Alun-alun Ponorogo.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan kegiatan memperingati hari santri ini bukan hanya sekadar memecahkan rekor MURI (Musem Rekor Indonesia).
Namun yang tidak kalah penting adalah masyarakat Ponorogo harus mengejawantahkan nilai-nilai Hari Santri terutama perjuangan KH Hasyim Asy'ari untuk mempertahankan kemerdekaan.
Baca juga: Abang Becak Terminal Wisata Sunan Bonang Divaksin, Target Terapkan Peduli Lindungi
"Warisan itu penting untuk diingat karena sumbangsih santri untuk kemerdekaan sangat luar biasa, bagaimana KH Hasyim Asy'ari dengan resolusi jihadnya mampu mempertahankan kemerdekaan," kata Sugiri, Minggu (24/10/2021)
Di zaman sekarang, makna berjihad atau berjuang bisa diwujudkan dalam bentuk perlawanan terhadap kebodohan, serta ketertinggalan.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Bumi Reog tersebut menambahkan juga mengajak masyarakat Ponorogo untuk bangga dengan sejarah daerahnya.
"Banyak lahir tokoh nasional dari Tegalsari, salah satunya HOS Cokroaminoto. Pesantren di Tegalsari juga terkenal kondang di zamannya sehingga banyak tokoh yang nyantri disana," tambahnya.
Sementara itu, perwakilan MURI, Sri Widayati mengatakan sudah ada 9 kegiatan di Ponorogo yang masuk catatan MURI salah satunya adalah pagelaran reog dengan jathilan terbanyak.
"Hari ini MURI hadir kembali di Ponorogo dalam momentum Hari Santri yaitu bersepeda dengan mengenakan sarung dan kopiah peserta terbanyak," jelas Sri Widayati.
Dari hasil verifikasi lapangan tim MURI, ada 6.221 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini dari enam titik yang berbeda.
"Kegiatan ini resmi kami catat dalam MURI yang ke 10.080. Tapi kegiatan ini tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional tapi oleh Ketua Umum MURI juga dikukuhkan sebagai rekor dunia," terangnya.
Kumpulan berita Ponoro terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/hari-santri-di-ponorogo-diperingati-dengan-cara-bersepeda-menggunakan.jpg)