Breaking News:

Berita Nganjuk

Antisipasi Terjadinya Bencana di Nganjuk, Pemkab Intensifkan Indentifikasi Wilayah Potensi Bencana

Sebagai langkah antisipasi terjadinya bencana di Nganjuk, Pemkab intensifkan indentifikasi wilayah yang berpotensi dilanda bencana.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat meninjau pasukan dalam apel gelar pasukan dalam rangka antisipasi bencana tahun 2021 di Kabupaten Nganjuk, Senin (25/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Identifikasi potensi bencana menjadi prioritas dalam antisipasi bencana di Nganjuk, Jawa Timur.

Hal itu seiring dengan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terhadap akan datangnya musim hujan ekstrem di bulan November dan Desember.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, beberapa bencana alam yang patut diwaspadai dan antisipasi untuk wilayah Kabupaten Nganjuk, yakni bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin kencang, dan sebagainya. Bencana tersebut memiliki potensi besar terjadi di Kabupaten Nganjuk.

"Untuk itu, identifikasi potensi bencana harus dilakukan sebagai langkah antisipasi," kata Marhaen Djumadi dalam apel gelar pasukan dalam rangka antisipasi bencana di Kabupaten Nganjuk tahun 2021, Senin (25/10/2021).

Dikatakan Marhaen Djumadi, untuk wilayah bencana tanah longsor di Kabupaten Nganjuk ada di wilayah Kecamatan Ngetos dan Kecamatan Sawahan. Di mana kedua wilayah tersebut yang ada di dataran tinggi Gunung Wilis sekarang ini muncul retakan-retakan di sejumlah titik.

Oleh karena itu, ungkap Marhaen Djumadi, retakan tanah tersebut tidak boleh dibiarkan, tetapi harus terus dipantau dan waspadai. Baik itu aparat pemerintah terkait, TNI dan Polri, serta relawan di desa-desa. Apabila potensi bencana meningkat, maka secepatnya dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko bencana tersebut.

Baca juga: Bertahap, Polres Nganjuk Realisasikan Bantuan Tunai PKL & Pemilik Warung Terdampak Pandemi Covid-19

"Ini yang harus diperhatikan, jangan sampai bencana itu lepas dari kontrol kita," ucap Marhaen Djumadi.

Di samping itu, tambah Marhaen Djumadi, BPBD harus terus menambah Desa Tangguh Bencana, terutama di desa-desa yang memiliki potensi bencana cukup besar.

Dengan demikian, bila terjadi bencana, maka apa yang harus dilakukan dan diperbuat bisa secepatnya dilaksanakan. Dengan begitu risiko besar dari terjadinya bencana bisa dihindari dan diantisipasi.

"Makanya, BPBD untuk selalu memberikan pelatihan terhadap warga di desa-desa yang memiliki potensi bencana. Dengan demikian terjadinya bencana bisa diantisipasi sejak awal," tutur Marhaen Djumadi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved