Breaking News:

Berita Jember

Tersangkut Kasus Narkoba, 3 Kepala Desa di Jember Divonis 8 Bulan Penjara, 1 Kades Dihukum 16 Bulan

Terjerat kasus narkoba, 3 kepala desa di Jember divonis 8 bulan penjara, sementara 1 kades dihukum 16 bulan dalam dua perkara.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
Majelis hakim perkara penyalahgunaan narkotika oleh empat orang kepala desa Jember, saat sidang dengan agenda pembacaan vonis, Senin (8/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Empat orang kepala desa di Jember divonis delapan (8) bulan kurungan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jember, Senin (8/11/2021) sore.

Majelis hakim menyatakan keempatnya bersalah dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

Keempat kepala desa itu adalah Kepala Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, MM, Kepala Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, MA, Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, SK, dan Kepala Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, HH.

Khusus untuk Kepala Desa Tempurejo MA, harus menjalani pidana penjara 16 bulan, karena divonis dalam dua perkara.

Majelis hakim menjatuhkan vonis masing-masing delapan bulan penjara untuk MA di dua perkara tersebut, sehingga harus menjalani hukuman penjara selama 16 bulan.

"Intinya tadi para terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 127 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Para terdakwa telah terbukti dinyatakan sebagai penyalahgunaan narkotika golongan 1. Sehingga atas perbuatan para terdakwa dijatuhi pidana penjara 8 bulan untuk masing-masing terdakwa dalam dua perkara," ujar Humas Pengadilan Negeri Jember, Sigit Triatmojo yang juga anggota majelis hakim persidangan perkara itu, Senin (8/11/2021).

Sigit menambahkan, dari empat orang terdakwa itu, satu orang atas inisial MA, Kades Tempurejo menjadi terdakwa di dua perkara, yakni perkara nomor 620 dan 621. Di masing-masing perkara itu, MA divonis delapan bulan penjara, sehingga harus menjalani hukuman selama 16 bulan penjara.

Baca juga: Ungkap Kasus Penemuan Jenazah di Persawahan Umbulsari Jember, Polisi Lakukan Olah TKP Lanjutan

Sementara tiga orang kades lainnya divonis delapan bulan penjara, karena mereka didakwa dalam satu perkara.

Persidangan dilakukan secara daring dan luring.

Majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan pengacara menghadiri persidangan di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Jember. Sementara empat orang terdakwa mengikuti persidangan secara daring, dari Lapas Kelas IA Jember.

Atas vonis tersebut, baik JPU maupun tim penasehat hukum menerimanya.

"Setelah kami rundingkan dengan para terpidana, mereka secara bersama menerima putusan majelis hakim, baik yang delapan bulan maupun 16 bulan," ujar Suyitno Rahman, pengacara empat kades tersebut.

Sebelumnya, pada Juni 2021, Polda Jatim dan Polres Jember menangkap empat orang kepala desa akibat penyalahgunaan sabu-sabu. Sejak ditangkap tersebut, keempat kepala desa itu langsung ditahan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved