Breaking News:

Berita Banyuwangi

Buka Rakor MUI, Bupati Banyuwangi Ajak Pengurus Ikut Berperan Aktif dalam Pembangunan

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka secara resmi rapat koordinasi Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi di Café He

Penulis: Haorrahman | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka secara resmi rapat koordinasi Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi di Café Hedon, Kecamatan Giri, Minggu (14/11/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka secara resmi rapat koordinasi Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi di Café Hedon, Kecamatan Giri, Minggu (14/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk mengajak seluruh jajaran MUI untuk turut terlibat aktif dalam proses pembangunan di Banyuwangi.

“Selama ini, MUI di tingkat kabupaten telah cukup berperan aktif dalam menemani Pemkab Banyuwangi untuk melakukan pembangunan. Aktif memberikan masukan-masukan dalam kebijakan daerah. Hal ini, saya harapkan, tidak hanya di tingkat kabupaten. Namun, juga bisa dilakukan pula di tingkat kecamatan,” harap Ipuk.

Baca juga: Nina Sulaeman, Dosen Muda Sekaligus Pebisnis yang Komitmen Tamatkan Pendidikan Sampai Level Doktoral

Selama ini, MUI yang memiliki struktur kepengurusan sampai tingkat kecamatan, menurut Ipuk, belum mendapatkan peran optimal dalam mendorong pembangunan daerah. Keberadaannya hanya terlibat dalam serangkaian seremonial keagamaan.

Baca juga: Kafe di Kota Malang Dibobol Maling, Pelaku Curi Uang Tunai dan Berbagai Peralatan Kopi

“Kami akan mendorong pula seluruh camat di Banyuwangi untuk memberi ruang kepada para ulama yang ada di MUI untuk dilibatkan secara aktif. Begitu pula para kiai, mohon kiranya juga dapat memberikan bimbingan kepada jajaran pemerintah. Terutama dalam pembangunan mental masyarakat,” terang Ipuk.

Selain itu, Ipuk juga mengharapkan, MUI tetap menjadi rumah besar bagi seluruh ormas keagamaan di Banyuwangi. “Jika terjadi persoalan keagamaan di tengah masyarakat, kami menaruh harapan besar, MUI bisa menjadi rumah besar sekaligus penengah atas persoalan-persoalan tersebut,” pintanya.

Sementara itu, Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhammad Yamin menyambut antusias apa yang menjadi harapan dari pemimpin Banyuwangi tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini pemerintah telah memberi ruang yang cukup luas bagi MUI untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. 

“Ajakan dari Bupati ini, menjadi cambuk bagi kami untuk bisa memberikan kontribusi yang lebih kepada masyarakat,” ungkap Yamin.

Lebih lanjut, Yamin juga mengungkapkan, selama ini pemkab juga secara rutin mensupport anggaran guna operasional organisasi. “Terima kasih atas segala kepercayaan Bupati. Tentu, ini adalah amanat yang akan terus kami jaga dan akan kami berikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi rakyat Banyuwangi,” ujarnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, dihadiri oleh seluruh jajaran MUI Kabupaten Banyuwangi dan perwakilan dari pengurus MUI di tingkat kecamatan se Kabupaten Banyuwangi. rerata mereka adalah para ulama, kiai dan perwakilan ormas keagamaan yang ada di Banyuwangi. Seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, dan Al-Irsyad. 

Rakor ini bertujuan untuk membahas sejumlah program kerja yang akan dilakukan oleh MUI pada tahun mendatang. Di antaranya adalah upaya untuk memasyarakatkan Islam Washatiyah (moderat) dan sejumlah pelatihan-pelatihan keumatan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved