Breaking News:

Berita Jember

21 Kecamatan di Jember Masuk Kawasan Rawan Bencana Hidrometeorologi, BPBD Lakukan Sejumlah Langkah

Puluhan kecamatan di Jember termasuk dalam kawasan rawan bencana hidrometeorologi, BPBD telah melakukan sejumlah langkah.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
Banjir melanda Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Jember, Kamis (11/11/2021) lalu. Banjir terjadi karena Sungai Tanggul meluap setelah kawasan setempat dan hulu sungai dilanda hujan deras dan waktu lama. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - 21 kecamatan dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, termasuk dalam kawasan rawan bencana hidrometeorologi.

Kawasan itu rawan terjadi bencana banjir genangan, banjir bandang, juga tanah longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember telah melakukan sejumlah langkah untuk penanganan bencana alam tersebut.

Hal yang dilakukan antara berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk pemantauan hujan, dan kawasan yang berpotensi terjadi curah hujan deras.

Kemudian, BPBD juga berkoordinasi dengan pemangku daerah yang memiliki potensi banjir.

"Kami koordinasi dengan masyarakat setempat juga. Jika kawasan tersebut rawan terjadi banjir, kami sosialisasi kepada warga untuk menyelamatkan diri, termasuk barang berharga, sebelum banjir terjadi," ujar Kepala BPBD Jember, Sigit Akbari, Senin (15/11/2021).

Beberapa kawasan yang rawan terjadi banjir antara lain Kecamatan Sumberbaru, Tanggul, Semboro, juga Kencong, dan Gumukmas. Juga ada Kecamatan Bangsalsari, Panti, Rambipuji, juga Patrang, Kaliwates, serta Tempurejo.

"Seperti beberapa waktu kemarin banjir sudah terjadi di Kecamatan Sumberbaru, dan Semboro," kata Sigit.

Baca juga: Bupati Hendy Siswanto Sebut Penyempitan dan Pendangkalan Sungai Jadi Penyebab Banjir di Jember

Sementara itu, Minggu (14/11/2021) malam, banjir juga terjadi di Jalan Raya Jember-Surabaya di Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari. Banjir menggenangi jalan raya akibat saluran air tersumbat barongan bambu.

Petugas BPBD Jember melakukan langkah-langkah cepat melancarkan saluran yang tersumbat. Sedangkan pihak kepolisian, mengatur arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Berdasarkan data dari BPBD Jember, mulai Januari hingga 10 November  2021 ini, terjadi 99 kejadian bencana alam. Kejadian didominasi oleh angin puting beliung (41 kejadian), kemudian 29 kejadian banjir, dan 11 kejadian tanah longsor.  

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved