Berita Tulungagung

Upacara Bersih Nagari Warnai Hari Jadi ke-816 Kabupaten Tulungagung

Iring-iringan prajurit membawa pataka Kabupaten Tulungagung bergerak dari alun-alun Kabupaten Tulungagung.  

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim/David Yohanes
Iring-iringan pembawa pataka Kabupaten Tulungagung. 

Seluruh isian buceng wadon diambil dari hasil bumi di 19 Kecamatan.

Sedangkan pir dan apel tidak digunakan lagi karena termasuk buah impor, bukan produk asli Tulungagung.

“Kita gunakan kearifan lokal Tulungagung. Semua kita ambilkan dari hasil bumi asli Tulungagung,” tegas Maryoto.

Lebih jauh Maryoto mengungkapkan, di usia  816 tahun, telah banyak capaian Kabupaten Tulungagung.

Di antaranya di bidang perlindungan anak, sebagai Kabupaten Layak Anak, pelayanan kesehatan terjaga, sukses menangani stunting dan menumbuhkan iklim UMKM.

“Capaian yang jelas sistem pemerintahan semakin tertata dan mantap. Tidak banyak perbedaan mencolok antara kota dan pedesaan,” ujar Maryoto.

Meski demikian diakui masih perlu ada percepatan pembangunan infrastruktur.

Apalagi di saat musim hujan infrastruktur, terutama jalan lebih gampang rusak.

Selain itu perlu ada prasarana sosial, seperti taman agar warga bisa refreshing.

"Harus diakui, dua tahun ini semua stagnan karena Covid-19. Yang utama masyarakat sehat, setelah itu kita gas," tandas Maryoto.

Ketua Panitia Bersih Nagari, Sudigdo Prasetyo, mengatakan pelaksanaan tahun ini dalam suasana pandemi.

Karena itu semua dilaksanakan dalam kesederhanaan, mulai dari pembatasan undangan yang hanya 80 orang, iring-iringan juga diperpendek.

Iring-iringan yang biasanya dari Kantor Pemkab Tulungagung, kini hanya dari luar gerbang Pendopo Kabupaten.

"Karena kita masih di lebel 3, semua seremoni harus taat protokol kesehatan. Durasi juga kita persingkat," ujar Sudigdo. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved