Berita Surabaya
Baru Kerja 3 Hari, Karyawan Pabrik Cilok di Surabaya Curi Motor Teman, Diduga Modus Baru
Baru kerja 3 hari, karyawan pabrik cilok di Surabaya curi motor teman kerja, diduga modus baru. Korban: Penampilan rapi, belum setor identitas.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebuah motor Honda Beat bernopol Z-5014-WA milik karyawan rumah produksi cilok di Jalan Bandarejo Tama, Gang Bendungan, Sememi, Benowo, Surabaya, digondol maling, Kamis (18/11/2021) tengah malam.
Motor tersebut milik Gugun Gunawan (20) warga Tasikmalaya, Jawa Barat, yang merantau di Kota Surabaya.
Informasinya, pelaku pencurian motor di Surabaya tersebut, merupakan seorang karyawan baru rumah produksi cilok yang bertugas sebagai penjual keliling.
Ia diketahui, berjenis kelamin laki-laki, berusia kisaran 26 tahun, yang mengaku kepada pihak pemilik atau juragan rumah produksi cilok, berinisial R asal Riau.
Diduga kuat, aksi pencurian motor yang dilakukan R, sebagai modus baru. Pasalnya, ungkap Gugun, R melakukan aksi kejahatannya itu, setelah tiga hari bekerja sekaligus tinggal di rumah produksi cilok milik juragannya.
Korban Gugun Gunawan mengatakan, selama kurun waktu tiga hari bekerja di rumah produksi cilok di kawasan tersebut, R belum menyerahkan berkas identitas kependudukan dalam bentuk apapun kepada juragannya.
Itulah mengapa, pelaku tidak dapat segera dideteksi keberadaannya, dan dilakukan penangkapan oleh pihak berwajib secara langsung.
"Dia datang tanpa membawa identitas apapun. Ada 2 lembar kartu keluarga (KK) yang tertinggal di tasnya adalah KK palsu. Dan dia sudah tinggal di pabrik selama 3 hari," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Minggu (21/11/2021).
Menurut Gugun, R memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 160 cm. Kemudian, R miliki karakter ketebalan rambut yang cenderung tipis. Sedangkan, postur tubuhnya terbilang proporsional, tidak besar atau kecil.
Dari segi cara berpakaiannya, R terbilang rapi, laiknya seorang mahasiswa. R pernah mengaku kepada juragannya, melalui pesan WhatsApp (WA), berusia 30 tahun.
Tapi dari pengamatan Gugun, R tak ubahnya pemuda berusia kisaran 25-26 tahun.
Baca juga: 2 Bandit Satroni Permukiman di Bubutan Surabaya, 1 Motor Raib, Saksi Mata Ungkap Gerak-Gerik Pelaku
"Tapi begitu datang, keliatannya seperti masih umur 25-26 tahun," ungkap Gugun yang merupakan karyawan bagian produksi itu.
Gugun menduga, juragannya mau mempekerjakan R karena penampilannya terbilang rapi, dan sempat menyampaikan niatnya akan berkerja sebagai penjual cilok secara serius.
"Alasan pertama si bos menerima dia mungkin karena dia rapi, tidak mencurigakan. Terus seperti benar-benar niat ingin jualan. Kurang lebih seperti itu, sampai lupa kalau dia belum nyerahin identitas diri," jelas Gugun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/motor-karyawan-rumah-produksi-cilok-di-surabaya-hilang-digondol-rekan-kerja.jpg)