Breaking News:

Berita Kediri

Bupati Kediri Minta Warga Lapor Bila Ada Temuan Jual Beli Jabatan Proses Pengisian Perangkat Desa 

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono atau yang akrab disapa Mas Dhito meminta proses pengisian perangkat desa di Kabupaten Kediri berlangsung tran

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Ndaru Wijayanto
farid Mukarrom/Tribunjatim
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat melakukan sidak di Warung Kopi di Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Sabtu (10/7/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono atau yang akrab disapa Mas Dhito meminta proses pengisian perangkat desa di Kabupaten Kediri berlangsung transparan. 

Sanksi tegas sampai tindakan diskualifikasi bisa dilakukan bilamana ditemukan permainan jual beli jabatan.

Sebagaimana diketahui, bulan November 2021 ini proses pengisian perangkat desa dilakukan tdi 147 desa yang tersebar di 22 kecamatan dengan 305 jabatan perangkat desa. 

Seleksi perangkat desa di Kabupaten Kediri ini diatur dalam Perda nomer 5 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

Kemudian, Perbup 48 Tahun 2021 tentang perubahan perbup 56 tahun 2018 tentang petunjuk pelaksanaan perda nomer 5 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. 

Baca juga: Disakralkan Masyarakat, Kala Candi di Ngasem Kabupaten Kediri Tak Bisa Dipindahkan

Merujuk aturan itu, pengisian perangkat desa dikembalikan menjadi hak setiap kepala desa. Pun begitu, pemerintah tetap melakukan fungsi memonitor dan mengevaluasi kinerja dari tiap-tiap desa

"Kalau ada yang melakukan penyelewengan ya kita beri sanksi," ujarnya.

Mas Dhito juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk berani melaporkan jika diketahui terjadi tindakan penyelewengan dari proses rekruitmen perangkat desa tersebut. 

Baca juga: Pasang Badan Lawan Mafia Bola yang Berani Curangi Persedikab, Bupati Kediri: Hadapi Saya!

Warga yang mau melapor bakal disembunyikan identitasnya, untuk melindungi jangan sampai nantinya justru mendapat intimidasi. 

 "Warga Kabupaten Kediri yang menemukan penarikan dalam jumlah berapa pun dan dalam bentuk apa pun kepada calon perangkat yang akan masuk maka tolong dilaporkan kepada Bupati atau Inspektorat," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved