Breaking News:

Berita Madura

Produksi Garam di Sampang pada 2021 Meningkat, Naik Hampir 2 Kali Lipat

Produksi tembakau rakyat di Kabupaten Sampang, Madura mengalami peningkatan drastis di musim tanam 2021.

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
tribun/Hanggara
Petani tembakau di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Produksi tembakau rakyat di Kabupaten Sampang, Madura mengalami peningkatan drastis di musim tanam 2021.

Tak tanggung-tanggung peningkatannya sekitar dua kali lipat dari tahun sebelumnya (2020).

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Nurul Hayati membenarkan atas kondisi tersebut.

Sesuai dari data yang dimiliki oleh instansinya, dari realisasi tanam tembakau tahun ini 4.223 hektar, hasil produksinya mencapai 3.410 ton.

Sedangkan, realisasi tanam tahun 2020 sebanyak 3.156 hektar dan hasil produksinya 1.922 ton.

Baca juga: Tak Ada Panas Matahari, Petani di Ponorogo Rugi Ratusan Juta Rupiah Akibat Tembakaunya Busuk

"Jadi untuk hasil produksi tahun ini lebih bagus, jumlahnya naik dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (22/11/2021).

Ia membeberkan, faktor yang paling berpengaruh atas meningkatkatnya produksi tembakau merupakan semangat dari para petani di Kota Bahari.

Menurutnya, antusias petani di Sampang pada musim tanam tahun ini kembali meningkat setelah kondisi pandemi Covid-19 dinilai mereda.

Sebab, harga tembakau yang sebelumnya merosot turun tahun ini kembali beranjak normal.

Baca juga: Hendak Menolong Babi Hutan, Kakek di Lereng Semeru Malah Diseruduk hingga Luka Parah

"Musim tanam tahun sebelumnya, pandemi Covid-19 masih panas-panasnya sehingga berdampak pada harga jual tembakau yang tidak sesuai dengan biaya produksi," terang Nurul Hayati.

"Nah maka dari itu petani malas untuk menanam tembakau dan memilih produksi tanaman tani lainnya," imbuh dia.

Sementara terkait proses penanaman tembakau di Sampang tahun ini tidak ada petani yang mengalami gagal panen.

Meski pada awal musim, sekitar Mei - Juni 2021 sejumlah tembakau mengalami kerusakan lantaran cuaca tidak menentu.

"Kondisi tanaman tembakau yang rusak masih berusia muda, sehingga petani memilih menanam lagi," pungkasnya.

Baca juga: UMP Jatim Tahun 2022 Hanya Naik Rp 22.790, Begini Proses Panjang dan Alot Penetapannya

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved