Breaking News:

Berita Kabupaten Kediri

Bupati Kediri Mas Dhito Gelar Pentas Seni Jaranan Virtual di Pendopo, Obati Kerinduan Pecinta Seni

Bupati Kediri Mas Dhito menggelar pentas seni jaranan virtual di Pendopo Panjalu Jayati, obati kerinduan para pecinta seni.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Farid Mukarrom
Pentas seni jaranan di depan Pendopo Panjalu Jayati Kabupaten Kediri, yang juga bisa disaksikan secara virtual, Minggu (21/11/2021) malam.  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menggelar pentas seni jaranan di depan Pendopo Panjalu Jayati.

Lewat pentas tersebut, Hanindhito Himawan Pramana ingin memberikan ruang kepada pelaku seni jaranan yang selama ini tak bisa berkesenian karena pandemi Covid-19 (virus Corona). 

Sebagai permulaan, pentas seni jaranan digelar di depan Pendopo Panjalu Jayati selama dua hari, Sabtu (20/11/2021) dan Minggu (21/11/2021) dengan tajuk Senja Kediri. 

Bupati Kediri bersama para seniman jaranan yang hadir dalam pentas seni jaranan (Senja) Kediri yang digelar di depan Pendopo Panjalu Djayati, Kemarin (21/11/2021) malam.
Bupati Kediri bersama para seniman jaranan yang hadir dalam pentas seni jaranan (Senja) Kediri yang digelar di depan Pendopo Panjalu Jayati, Minggu (21/11/2021) malam. (Tribun Jatim Network/Farid Mukarrom)

Pentas seni jaranan itu ditayangkan secara virtual di 26 kecamatan.

Selain itu, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito itu juga akan mengadakan road show seni jaranan setiap bulannya. 

"Senja Kediri ini adalah acara pertama, nanti kita akan mulai road show dari bagian utara, barat, timur, selatan Kediri. Kita akan buatkan acara, karena ini terkait bagaimana kita menghargai kesenian dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Kediri," kata Mas Dhito usai menutup Senja Kediri di Pendopo Panjalu Jayati.

Karena masih masa pandemi Covid-19, pelaksanaannya tidak mudah, karena tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Sehingga teknis gelaran di lapangan akan diatur terlebih dahulu dengan matang. Sebab, berpotensi membuat kerumunan karena banyaknya masyarakat yang rindu melihat langsung pentas jaranan.

"Nanti kita atur dulu, karena teknis di lapangan saya yakin tidak semudah itu, bagaimana kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan," ungkapnya.

Dijelaskan Mas Dhito, upayanya untuk menggelar pentas jaranan tak lain karena wujud penghargaan pemerintah terhadap kesenian dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Kediri.

Kegiatan itupun untuk mendukung kelestarian kesenian tradisional jaranan di Kabupaten Kediri yang berjumlah sekitar 470 grup. 

Baca juga: Realisasikan Pemasangan Lampu Stadion Canda Bhirawa Pare, Pemkab Kediri Gelontorkan Dana Rp 9,4 M

"Sentuhan dari pemerintah kabupaten sangatlah ditunggu dan diharapkan," terangnya.

Ketua Pasukan Jaranan dan Reog (Pasjar) Kabupaten Kediri, Hari Pratondo secara terpisah mengakui selama masa pandemi Covid-19, dua tahun pelaku seni tradisional jaranan tak bisa pentas. 

Mewakili pelaku seniman, dia pun berterima kasih kepada Mas Dhito yang telah menghidupkan kembali seni jaranan.

"Apresiasi beliau sangat luar biasa terhadap para seniman, khususnya jaranan ini. Kami warga jaranan sangat berterima kasih dengan Mas Dito," pungkas Hari Pratondo.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved