Kirab Manten Tebu Meriahkan Musim Buka Giling PG Ngadiredjo Kediri

Kirab manten tebu yang digelar tidak hanya sarat nilai budaya, tetapi juga menegaskan optimisme peningkatan kinerja di industri gula.

Tayang:
Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Alga W
Istimewa
POTRET MANTEN TEBU - Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo Kediri menggelar resepsi manten tebu pada Sabtu (2/5/2026). Rangkaian acara berlangsung meriah dan penuh makna, diawali dengan kirab manten tebu mengelilingi area pabrik. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Selamatan buka giling Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo tahun 2026 berlangsung meriah pada Sabtu (2/5/2026).

Acara ini menjadi penanda dimulainya musim produksi sekaligus momentum penting bagi perputaran ekonomi masyarakat.

Baca juga: Akibat Balap Liar, 2 Motor Ngebut Hantam Sedan di Sampang, Kendaraan Rusak Parah

Resepsi manten tebu yang digelar tidak hanya sarat nilai budaya, tetapi juga menegaskan optimisme peningkatan kinerja industri gula tahun ini.

Rangkaian acara diawali dengan kirab manten tebu mengelilingi area pabrik, yang menjadi simbol harapan akan kelancaran proses giling.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran jajaran manajemen pabrik gula wilayah Dhoho, perwakilan petani tebu, hingga unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Setelah kirab, kegiatan dilanjutkan dengan santunan kepada anak yatim, pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur, serta hiburan rakyat dan pembagian doorprize.

Tradisi ini menjadi bentuk keterlibatan sosial perusahaan dengan masyarakat sekitar sekaligus menjaga kearifan lokal yang telah berlangsung turun-temurun.

General Manager PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono, menegaskan bahwa musim giling bukan semata soal produksi, melainkan juga tentang menjaga kesinambungan tradisi dan hubungan dengan para petani.

"Melalui selamatan buka giling yang diawali dengan kirab manten tebu, ini sebagai bentuk uri-uri budaya leluhur," ucapnya.

"Sekaligus ungkapan rasa syukur karena kami akan mengawali musim giling tahun 2026," imbuh Wayan.

Ia menambahkan, di balik prosesi tersebut tersimpan harapan besar akan hasil panen melimpah dan kesejahteraan bagi ribuan keluarga yang bergantung pada industri gula.

"Ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin memastikan musim giling berjalan lancar, produksi meningkat, dan kemitraan dengan petani semakin kuat," tambahnya.

Dari sisi produksi, PG Ngadiredjo memasang target ambisius dengan menggiling 11 juta kuintal tebu dan menghasilkan sekitar 80 ribu ton gula.

Target ini meningkat dibandingkan musim sebelumnya yang mencatat produksi sekitar 70 ribu ton dari 10,6 juta kuintal tebu.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved