Breaking News:

Berita Tulungagung

Pameran dan Simposium Inovasi Layanan Publik, RSUD dr Iskak Tulungagung Sabet Penghargaan Bergengsi

Pameran dan Simposium Inovasi Layanan Publik, RSUD dr Iskak Tulungagung sabet penghargaan bergengsi. dr Supriyanto juga diganjar penghargaan.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto, menerima penghargaan bergengsi, diserahkan langsung oleh menteri PANRB, Tjahjo Kumolo di acara Pameran dan Simposium Inovasi Layanan Publik, di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021) sore. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - RSUD dr Iskak Tulungagung meraih penghargaan Instalasi Gawat Darurat Modern dalam kategori Outstanding Achievement Public Service Innovation. Selain itu, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto, juga diganjar penghargaan sebagai Inovator Berprestasi.

Dua apresiasi tersebut diberikan dalam acara Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik, di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Jumat (19/11/2021) sore, bersama sejumlah kepala daerah lainnya di Jawa Timur.

Kepada awak media, dr Supriyanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan sejawat dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah konsisten dan berdedikasi tinggi demi tumbuh kembangnya organisasi.

"Serta bupati yang tentu saja mendukung penuh kami, sehingga menjadi rumah sakit profesional. Kalau rumah sakitnya profesional, maka orang di dalamnya juga kena dampaknya. Sehingga senantiasa bisa melakukan inovasi terhadap perubahan yang bersifat dinamis," ujar dr Supriyanto.

Inovasi ini, lanjut dr Supriyanto, mulai tahun 2015. Sejak satu tahun dirinya menjadi direktur. Banyak hal yang kemudian menjadi pijakan dari inovasi lain. Tak heran kalau rumah sakit tersebut meraih predikat terbaik sedunia dengan New Concept Hospital Management lewat praktik telemedicine.

"Misal pada pandemi Covid-19, tidak perlu membangun rumah sakit lapangan. Karena ruang dan waktu tidak menghalangi seluruh tenaga di dalamnya, untuk memberikan pertolongan kepada pasien. Jadi pasien tidak harus datang. Tentunya, kami selektif mana yang harus ketemu atau cukup dirawat di rumah. Terutama kaum yang rentan," bebernya.

Pada era modern, ia menambahkan, dampak instalasi gawat darurat yang dikembangkan itu memberikan kepastian kepada masyarakat, khususnya, ketika mengalami kondisi yang mengancam keselamatan jiwanya maupun anggota keluarganya dan badannya. Sehingga, meminimalisir ruang dan waktu maupun biaya.

"Instalasi Gawat Darurat Modern mulai tahun 2014, 2015 kami kembangkan dan langsung menjadi top inovator terbaik. Menghasilkan berbagai penghargaan," ucap dr Supriyanto.

"Yang paling puncak ketika mendapat rumah sakit terbaik di dunia international hospital federation congress and world 2019. Karena kepala daerah melindungi dan memfasilitasi agar organisasi perangkat daerahnya merdeka sehingga bisa profesional," lanjutnya.

Kuncinya, lanjut dr Supriyanto, adalah terus konsisten dalam melayani publik. Supaya tetap terjaga, masyarakat disadarkan akan hak pelayanan kesehatan. Sehingga menjaga kesadaran para tenaga kesehatan harus melayani mereka. Kalau tidak melakukan pelayanan sesuai dengan standarnya, mereka bisa mengambil langkah hukum, melakukan somasi. 

"Peran kepala daerah penting memfasilitasi agar organisasinya lebih profesional. Tentu saja kami mempertahankan capaian ini sambil beradaptasi menghadapi perubahan yang terjadi, harus fleksibel. Tantangan paling berat menanamkan visi misi yang kuat menyadarkan publik akan hak mereka," tuturnya.

"Kami akan terus mengembangkan berbagai inovasi dan terus menjaga capaian keberlanjutan ini. Menanamkan visi misi yang kuat agar lebih profesional," tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved