Breaking News:

Berita Kota Malang

Bocah SD Korban Pelecehan Seksual dan Perundungan di Kota Malang Alami Pandangan Kabur

Bocah SD korban pelecehan seksual dan perundungan di Kota Malang mengalami pandangan kabur pada mata kiri. Akibat penganiayaan?

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Korban penganiayaan di Kota Malang yang videonya viral di media sosial, Mawar (13) memakai baju oranye digandeng ibunya saat mendatangi Satreskrim Polresta Malang Kota, pada Senin (22/11/2021) sekitar pukul 16.03 WIB. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Korban pelecehan seksual dan penganiayaan di Kota Malang, yaitu Mawar (13) bukan nama sebenarnya, mengalami pandangan kabur di bagian mata kiri.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh salah satu anggota tim kuasa hukum korban, Do Merda Al-Romdhoni.

"Iya, memang benar. Jadi, ibu korban melaporkan bahwa pandangan mata sebelah kiri korban kabur. Namun, hal itu sudah dibantu oleh tim dari safe house untuk berobat, karena korban harus bersiap untuk ujian sekolah," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (25/11/2021).

Perlu diketahui, korban yang masih duduk di kelas VI sekolah dasar swasta di Kota Malang itu masih menjalani masa pemulihan psikis di Rumah Aman (safe house) wilayah Kota Batu, Jawa Timur.

Dirinya berharap, kondisi korban segera membaik dan pulih secepatnya. Karena informasi sementara pada Jumat (26/11/2021) besok, korban harus bersiap untuk ujian sekolah.

"Info dari ibu korban besok (pelaksanaan ujian), namun ini masih kami koordinasikan dengan pihak sekolah. Kemungkinan, untuk ujiannya tidak dilakukan di sekolah, tetapi di safe house. Namun, teknis pelaksanaannya belum dibicarakan lebih lanjut, apakah dilakukan secara daring (online) atau seperti apa," terangnya.

Sementara itu, Ketua DPC Ikadin Malang Raya sekaligus salah satu anggota tim kuasa hukum korban, Leo Permana juga membenarkan, kondisi pandangan mata bagian kiri korban agak kabur.

"Mungkin karena benturan-benturan (yang diduga disebabkan karena pukulan dan tendangan dari penganiayaan para tersangka), tapi kami belum bisa menyimpulkan lebih lanjut, karena belum diperiksa. Untuk pengobatan dan segala macam yang dibutuhkan korban, telah dibantu oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur," ujar Leo Permana.

Baca juga: Lokasi Penganiayaan Pelajar SD di Kota Malang Sering Jadi Tempat Tongkrongan, Bahkan Berkelahi

Sebelumnya, sebuah video bullying gadis di Kota Malang viral di media sosial.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved