Breaking News:

Muktamar NU

Jelang Muktamar NU ke-34 di Lampung, Sosok Guru Besar UM Diharapkan Dapat Masuk Kepengurusan PBNU

Jelang pelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Lampung, sosok guru besar UM ini diharapkan dapat masuk kepengurusan PBNU.

Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Prof Ach Rasyad yang disebut eks Bendahara Umum PBNU merupakan sosok yang cocok masuk kepengurusan PBNU, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjelang Muktamar NU ke-34 di Lampung, eks Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Haji Masnuh menyebut, banyak kader NU yang hebat, namun  masih belum terakomodir.

Ia berharap agar kader tersebut bisa memberi manfaat di berbagai sektor dalam kepengurusan NU nantinya.

Satu di antaranya adalah Prof Dr Ach Rasyad yang saat ini merupakan guru besar di Universitas Negeri Malang (UM).

Haji Masnuh menyebut, sosok Prof Rasyad selain berkecimpung di organisasi profesi/ilmiah, dia menjabat sebagai Sekjen Lembaga Pengkajian Agama dan Masyarakat sejak tahun 1998, serta anggota Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) sejak 2000.

"Prof Rasyad ini termasuk dzuriyah dari Kiai Siradj Ponpes Kedung Cangkring, Porong. Beliau alumnus Ponpes Tambakberas Jombang dan juga dekat sekali dengan Gus Dur saat masih bujangan," jelas Haji Masnuh, Jumat (4/12/2021).

Haji Masnuh menjelaskan, Prof Rasyad pernah menjadi pengurus GP Ansor dan berlatar belakang pesantren, namun tidak pernah terlibat dalam partai politik.

Ia juga berharap jika Prof Rasyad bisa dilibatkan dalam pengabdian di pengurus PBNU serta memberikan kemanfaatan untuk jam'iyah maupun masyarakat.

"Saya itu bukan masalah apa, tapi melihat sosok orang NU yang hebat seperti ini kemudian tidak dimanfaatkan NU kan sangat disayangkan," ucapnya.

Baca juga: Dinamika Tarik Ulur Muktamar NU ke-34, PWNU Jawa Timur Pastikan Tetap Ingin Digelar Tahun Ini

Menanggapi hal tersebut, Prof Rasyad tak berkomentar banyak.

Dia hanya berpendapat bahwa kepengurusan NU harusnya ada representatif dari intelektual lulusan pesantren.

"Dengan ada orang di situ akan mengajak kolega akademiknya untuk membesarkan NU, kan begitu logika berpikirnya," ujar Prof Rasyad.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved