Gunung Semeru Erupsi
Jumlah Korban Meninggal karena Erupsi Gunung Semeru Bertambah, Dua Orang Sudah Teridentifikasi
Jumlah korban erupsi Gunung Semeru terus bertambah. Berdasarkan data yang diperoleh Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, sudah ada 13 orang tewas.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Jumlah korban erupsi Gunung Semeru terus bertambah.
Berdasarkan data yang diperoleh Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, sudah ada 13 orang tewas.
Namun, baru dua orang yang baru bisa diidentifikasi identitasnya.
“Total ada 13 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu. Adapun yang baru teridentifikasi dua orang dari Curah Kobokan dan Kubuan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang,” ucap Plt. Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari.
Baca juga: Pilu, Tak Sanggup Berjalan Saat Gunung Semeru Erupsi, Lansia Meninggal Memeluk Anaknya
Selain itu, Abdul menuturkan korban luka-luka juga ikut bertambah. Setidaknya, sampai hari ini ada 57 orang.
Untuk mereka yang luka-luka ringan ditangani di Puskesmas Penanggal. Sedangkan, mereka yang alami luka bakar dirawat di RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara.
"Ada 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro. Serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal di antaranya dua orang ibu hamil,” tutur dia.
Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau waspada. Sedangkan, sampai hari ini aktivitas Semeru belum benar-benar stabil.
Sekitar pukul 10.00 dari Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro kabut tebal yang menutupi Gunung Semeru berwarna oranye. Kondisi itu menunjukkan bahwa lava pijar kembali keluar dari Puncak Jonggring Saloko.
Kumpulan berita Lumajang terkini