Gunung Semeru

Profauna Indonesia Sebut Erupsi Gunung Semeru Ancam Keberlangsungan Hidup Satwa Liar Dilindungi

Profauna Indonesia menganalisa jika erupsi Gunung Semeru telah  berdampak pada kelangsungan hidup satwa liar dilindungi di kawasan tersebut

Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Erwin Wicaksono
Dampak erupsi di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Profauna Indonesia menganalisa jika erupsi Gunung Semeru telah  berdampak pada kelangsungan hidup satwa liar dilindungi di kawasan tersebut.

Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid menjelaskan lereng Gunung Semeru merupakan tempat tinggal bagi lutung Jawa, kijang, rusa, merak hijau, jelarang, elang jawa, elang bido dan satwa lainnya.

"Kami sudah melakukan assessment di lokasi guna mengetahui dampak serius keberlangsungan hidup satwa di sana. Erupsi berdampak pada pergeseran area teritorial dan habitat satwa," ujar Rosek ketika dikonfirmasi.

Baca juga: Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, PKS  Terjunkan Tim Trauma Healing dan Buka Dapur Umum

Kata Rosek, satwa liar memiliki fungsi vital dalam mitigasi sebelum terjadinya bencana. Pasalnya, satwa memiliki insting yang merespon tanda-tanda sebuah peristiwa alam akan terjadi. Hal tersebut dinilai dapat bermanfaat bagi manusia untuk menghindarkan diri dari bahaya peristiwa alam.

"Mereka punya insting alami keluar dari kawasan hutan. Pertanyaannya saat ini apakah populasi satwanya cukup? Itulah pentingnya menjaga kelestarian satwa tetap berada di hutan memberikan tanda alami mengenai indikator biologis kondisi alam," papar Rosek.

Di sisi lain, Rosek mengungkapkan satwa di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru saat ini kelangsungan hidupnya terancam akibat perburuan liar satwa. Rosek menerangkan, satwa yang paling banyak diburu di kawasan tersebut meliputi hewan primata, mamalia hingga burung.

"Perburuan satwa di wilayah Bromo Tengger Semeru cukup tinggi pula. Satwa yang paling banyak diburu adalah kijang, primata monyet dan burung," tutupnya. (ew)

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved