Harga BBM Non-Subsidi Naik, Pemkab Tuban Putar Otak Amankan Operasional Bus Gratis Si Mas Ganteng

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang diberlakukan Pertamina mulai berdampak pada operasional angkutan gratis milik Pemkab Tuban

Tayang:
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/Muhammad Nurkholis
SI MAS GANTENG - Bus Si Mas Ganteng milik Pemkab Tuban saat beroperasi melayani masyarakat di wilayah Kabupaten Tuban, Senin (11/5/2026). Kenaikan harga BBM non-subsidi disebut berdampak pada biaya operasional transportasi gratis tersebut.  
Ringkasan Berita:
  • Layanan: Transportasi gratis "Si Mas Ganteng" tetap beroperasi normal.
  • Armada: 20 Bus dan 20 Feeder melayani 20 kecamatan.
  • Estimasi Biaya BBM: Rp14,1 juta per hari (Harga terbaru).
  • Harga BBM Terkini: Dexlite (Rp26.000/liter), Pertamina Dex (Rp27.900/liter), Pertamax Turbo (Rp19.900/liter).

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Muhammad Nurkholis

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang diberlakukan Pertamina mulai berdampak pada operasional angkutan gratis milik Pemerintah Kabupaten Tuban, Senin (11/5/2026).

Program transportasi gratis bernama Si Mas Ganteng (Transportasi Masyarakat Tuban yang Elegan, Aman, Nyaman, dan Terintegrasi) tersebut saat ini melayani masyarakat di 20 kecamatan di Kabupaten Tuban dengan armada sebanyak 20 unit bus dan 20 unit feeder.

Untuk mendukung operasional transportasi tersebut, Pemkab Tuban sebelumnya telah menganggarkan sekitar Rp3,6 miliar untuk pengadaan BBM jenis Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex di tahun 2026.

Baca juga: Pernyataan Polisi soal Kecelakaan di Tuban Dibantah Mentah-mentah PT TPPI: Saya Sudah Minta Cek 

Hitung-hitungan Biaya Operasional yang Membengkak

Namun, rencana anggaran itu kini ikut terdampak setelah Pertamina resmi menaikkan harga BBM non subsidi. Pertamax Turbo naik dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter, Dexlite dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.

Disisi lain, kebutuhan untuk BBM armada Si Mas Ganteng terbilang cukup besar. Setiap feeder membutuhkan sekitar 9 liter Pertamax per hari dengan harga Pertamax Rp12.300 per liter, maka per unit membutuhkan Rp110.700 per unit jika ada 20 unit maka perhari 2.214.000

Sedangkan setiap bus memerlukan sekitar 23 liter Dexlite per hari jika harga dexlite Rp26.000 maka per hari sekitar Rp598.000 per armada, dengan total 20 bus mak per hari bus Si Mas Ganteng memerlukan Rp11.960.000

Jika di total 20 feeder dan 20 bus yang beroperasi setiap hari, kebutuhan biaya BBM dengan harga terbaru, diperkirakan mencapai sekitar Rp14.174.000 juta per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban, Anton Tri Laksono, mengakui kenaikan harga BBM tersebut berdampak terhadap pembiayaan operasional Bus Si Mas Ganteng. Meski demikian, pihaknya memastikan layanan transportasi gratis bagi masyarakat tetap berjalan normal dan tidak akan dikurangi.

Baca juga: Konflik Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Memanas, Lioe Pramono Laporkan Balik Penjaga Klenteng

“Jelas ada pengaruhnya, namun pelayanan tetap kita lakukan seperti biasa,” ujarnya.

Sebagai langkah untuk mengurangi beban anggaran pemerintah daerah, berencana menerapkan subsidi silang melalui penyewaan armada Si Mas Ganteng di luar jam operasional pelayanan masyarakat.

“Akan ada Perda Si Mas Ganteng, nanti bisa disewakan asal tidak mengganggu operasional,” imbuhnya.

Menurut Anton, langkah tersebut dilakukan agar beban pembiayaan operasional transportasi gratis tidak sepenuhnya ditanggung APBD dan dapat terbantu dari pemasukan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kita cari PAD biar bisa subsidi silang,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved