Berita Jatim

Sinergi Disperindag Jatim dan Balai Besar PPEI Lewat ECP Berhasil Cetak 16 Eksportir Baru

Program pendampingan eksportir (Export Coaching Program) atau disingkat ECP yang merupakan sinergi dan kolaborasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
16 eksportir asal Jatim yang telah mengikuti program ECP berhasil menembus pasar ekspor baru. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Program pendampingan eksportir (Export Coaching Program) atau disingkat ECP yang merupakan sinergi dan kolaborasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur serta Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementrian Perdagangan RI berhasil menghasilkan 16 eksportir yang sudah tembus pasar ekspor, dengan klarifikasi ekspor perdana, buyer baru, bahkan pasar/negara tujuan ekspor baru.

Adapun produk komoditinya berupa kelapa, alas kaki, kerajinan batu alam, glasware, damar batu, cengkih, cabe jamu, bunga pala, kunyit, kitchenware, rumput laut, agar-agar, frozen fish, furniture, biscuit, dried food, mie kering, dan ginger drink (total 18 ragam produk yang berhasil ekspor).

Pasar ekspor yang berhasil ditembus melalui pendampingan ECP tersebut antara lain: Vietnam, Inggris, Belanda, Angola, India, China, Korea, Azerbajian, Taiwan, Singapura, Belgia, Jepang, dan Australia dengan mencatatkan total nilai transaksi ekspor peserta ECP Jatim 2021 periode Maret – November 2021 mencapai Rp. 22,58 miliar.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk melakukan ekspor ke negara-negara tradisional dan non tradisional untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan mengatakan, penyelenggaraan kegiatan Export Coaching Program (ECP) ini merupakan salah satu langkah konkret dari pemerintah pusat dan daerah untuk saling bersinergi untuk membantu para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di daerah agar berhasil dalam melakukan ekspor ke negara lain walaupun di tengah adanya pandemi Covid-19.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah yang artinya sangat penting bagi pelaku usaha di Jawa Timur agar komoditas unggulan Jawa Timur berhasil memasuki pasar negara lain dengan standard yang sesuai sehingga dapat membantu meningkatkan nilai ekspor nonmigas Jawa Timur kedepannya.

Baca juga: Masuki Hari ke-9, Tahanan Kejari Gresik yang Kabur dari Polsek Driyorejo Masih Diburu

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat mengapresiasi dipilihnya Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu Provinsi dilaksanakannya Export Coaching Program (ECP) tahun 2020 dan 2021.

Melalui program ECP, peserta telah dibekali banyak materi yang sangat bermanfaat selama bulan Januari sampai November 2021 tentang rentang pelatihan selama satu tahun penuh, antara lain peningkatan kualitas produk, kesiapan proses ekspor, pemasaran dan pencarian calon pembeli potensial.

Kemudian juga perbaikan manajemen
produksi, daya saing produk, desain dan kemasan produk untuk tujuan ekspor, serta pengembangan tim ekspor yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas IKM Jawa Timur untuk dapat melakukan penetrasi dan optimalisasi pasar ekspor ke negara mitra dagang potensial.

Program pendampingan yang dilakukan Pemerintah tersebut diharapkan dapat
membantu pelaku UKM dan IKM yang ada di Jawa Timur siap untuk melakukan ekspor dan menjalankan bisnis ekspor secara efektif serta melakukan penyempurnaan bisnis dalam segi manajemen, produksi, promosi serta pemasaran.

Pendampingan UKM/IKM secara efektif dan efisien yang berlangsung secara berkesinambungan akan dapat meningkatkan kualitas UKM/IKM untuk menyediakan produk yang berdaya saing tinggi yang dilengkapi dengan standard yang sesuai.

“Tentunya kami berharap bahwa pada tahun-tahun kedepan, ECP akan terus diadakan di Jawa Timur karena Jawa Timur masih memiliki banyak produk unggulan untuk dikembangkan ke pasar luar negeri,” kata Drajat. Sabtu (11/12/21)

Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Besar Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) Kementerian Perdagangan, Hariyono Hadi Prasetyo mengatakan bahwa tujuan program pendampingan ini adalah agar para pelaku usaha mampu menjalankan bisnis ekspornya secara efektif sehingga dapat melakukan ekspor secara mandiri.

“Kami mengapresiasi kerja keras peserta ECP Jatim selama mengikuti pendampingan, serta kontribusi nilai ekspor pelaku usaha baik secara langsung maupun tidak langsung kepada nilai devisa non-migas,” pungkasnya.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved