Breaking News:

Berita Gresik

Ada Penyanyi Kampung di Gresik Mirip Didi Kempot, Terus Berkarya saat Pandemi Covid-19 Lewat Medsos

Seniman campur sari Joe Dimas (45), warga Desa Bengkelo Lor, Kecamatan Benjeng, terus berkarya di tengah pandemi Covid-19. Karyanya untuk menghibur

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
KESENIAN - Seniman campur sari Joe Dimas (Pakai Blangkon) berkunjung ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, Rabu (15/12/2021) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Seniman campur sari Joe Dimas (45), warga Desa Bengkelo Lor, Kecamatan Benjeng, terus berkarya di tengah pandemi Covid-19.

Karyanya untuk menghibur masyarakat dan melestarikan tradisi kesenian Jawa yang telah dikembangkan almarhum Didi Kempot, Rabu (15/12/2021). 

Selama ini, sudah ada 13 karya sair-sair campur sari yang diciptakan mirip karya almarhum Didi Kempot. Judul lagu sampur sari yang telah dikaryakan yaitu Bandara Maratua, Kowe, Kowe Bojo Ku dan Ojo Lungo. 

Menurut Joe Dimas, di masa pandemi covid-19 dan perkembangan teknologi ini, para seniman harus terus berkarya dengan memanfaatkan teknologi. Diantaranya, memanfaatkan media sosial YouTube, Tik Tok dan lainnya.  

Lebih lanjut Joe Dimas menambahkan, dari karya-karya tersebut, diharapkan bisa menghibur masyarakat dan melestarikan tradisi kesenian lagu Jawa campur sari. Seperti yang dilakukan almarhum Didi Kempot

“Lagu-lagu campur sari ini saya perkenalkan kepada masyarakat melalui YouTube dengan Channel Joe Dimas Original. Sehingga, masyarakat seluruh dunia dapat menikmati karya saya,” kata Joe Dimas yang juga penggemar karya-karya Didi Kempot

Selain menciptakan sair-sair campur sari, Joe Dimas yang mempunyai dua anak ini juga akan menciptakan lagu-lagu dan membuat video klip di tempat-tempat pariwisata desa. Sehingga, bisa mengangkat pariwisata dan perekonomian masyarakat. 

Manajer Joe DK Manajemen Novan, mengatakan, karya kesenian tradisional harus dilestarikan di tengah globalisasi. Sehingga, masyarakat Indonesia tetap mempunyai ciri khas tersendiri. 

“Kita sudah sampaikan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik untuk ikut melestarikan kesenian khas Jawa,. Diantaranya lagu-lagu campur sari,” kata Novan yang juga Ketua Lembaga Pemantau Birokrasi (LPB) Kabupaten Gresik. (ugy/Sugiyono).

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved