Breaking News:

Berita Jember

Imbau Warga Waspada Setelah Gempa Bumi di Jember, BPBD: Terutama yang Rumahnya Retak

BPBD Jember mengimbau warga berhati-hati setelah gempa bumi mengguncang Jember. Terutama bagi warga yang rumahnya retak.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
Rumah keluarga Poniti di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Ambulu, Jember, yang rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Jember pada Kamis (16/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mengimbau warga berhati-hati setelah gempa bumi tektonik 5,0 SR mengguncang Jember. Terutama bagi warga yang rumahnya retak, Kamis (16/12/2021) kemarin. 

"Kami minta warga tetap waspada dan hati-hati. Terutama yang rumahnya ada retak-retak. Karena dari pantauan kami, akibat gempa bumi di Jember, memang banyak bangunan yang retak," ujar Kepala BPBD Jember, Sigit Akbari, Jumat (17/12/2021). 

Apalagi Kabupaten Jember termasuk dalam kawasan rawan gempa bumi di Jawa Timur. Sebab, Jember berbatasan dengan Laut Selatan Jawa, yang oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diprediksi berpotensi menyimpan gempa besar. 

"Umpama nanti terjadi gempa lagi, bagi warga yang rumahnya dirasa rapuh, atau sudah ada keretakan, sebaiknya segera menyelamatkan diri. Hal ini untuk meminimalkan fatalitas. Kami bersama Destana sudah sering melakukan sosialisasi ke warga," imbuh Sigit Akbari.

Pasca gempa yang terjadi Kamis (16/12/2021), BPBD Jember melakukan penanganan darurat bencana. BPBD mendistribusikan bantuan untuk sementara. 

Sedangkan untuk bantuan perbaikan rumah, kata Sigit, pihaknya menunggu penilaian dari tim Kajian Kebutuhan Paska Bencana (Jitupasna). 

"Kami menunggu asesmen dari Tim Jitupasna. Kami akan membantu material. Di saat seperti ini pula, gotong royong dari masyarakat dibutuhkan," tegas Sigit. 

Baca juga: Genting Rontok hingga Atap Bolong Separuh Akibat Gempa Bumi di Jember, Rumah Warga Ditutupi Terpal

Hingga Jumat (17/12/2021), jumlah kerusakan akibat gempa bertambah lagi jika dibandingkan Kamis (16/12/2021). 

BPBD mencatat kerusakan rumah terjadi pada 48 unit, dengan rincian 34 rumah rusak ringan, 12 rusak sedang, dan dua rusak berat. 

Sedangkan enam orang terluka. Fasilitas umum yang rusak ada satu unit, dan empat unit lembaga pendidikan. 

Sementara itu, sejumlah warga yang rumahnya rusak memilih memperbaiki sendiri. Seperti yang dilakukan keluarga Toyan di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember. 

"Ya kami benahi sendiri. Yang rusak genteng, banyak sih. Kalau tidak segera kami betulkan takut hujan. Sekarang kan hampir tiap hari hujan," ujar Astuti, Istri Toyan. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved