Berita Sidoarjo

Program Kredit Bunga Ringan Kurda Sayang dari Bupati Ahmad Muhdlor Mampu Bangkitkan UMKM Sidoarjo

Program kredit bunga ringan Kurda Sayang dari Bupati Ahmad Muhdlor mampu membangkitkan UMKM Sidoarjo. Kuota masih tersisa. Bisa konsultasi dulu.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Taufik
Makhbub Junaidi, pelaku UMKM Sidoarjo yang sudah merasakan manfaat Kurda Sayang, Rabu (22/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Di tengah kondisi ekonomi yang sedang terdampak pandemi Covid-19 (virus Corona), semua sektor usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kena imbasnya. Bahkan tak sedikit yang sampai gulung tikar.

Beruntung bagi pelaku UMKM di Sidoarjo, karena bisa memanfaatkan program kredit bunga ringan, program dari Pemkab Sidoarjo.

Program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) Sayang merupakan bantuan atau subsisi bunga kredit ringan 3 persen setahun.

Program tersebut dinilai pelaku UMKM jadi penyelamat usahanya.

Seperti Makhbub Junaidi. Pengrajin sekaligus penjual berbagai kerajinan kulit yang diolah menjadi beragam tas, dompet dan aksesori itu mengatakan, dengan adanya bantuan modal usaha yang ia terima sebesar Rp 150 juta dari Kurda Sayang, usahanya jalan kembali.

"Sekitar tiga bulan ini omzet penjualan sangat bagus, itu karena ada tambahan modal pinjaman dari BPR Delta Artha. Saya mengajukan pinjaman usaha Kurda Sayang, bagi saya bunga 3 persen per tahun itu sangat ringan. Apalagi sebelumnya usaha saya kena dampak pandemi Covid-19, penjualan turun drastis dan modal hampir habis," kata Makhbub, Rabu (22/12/2021).

Menurut dia, dengan adanya tambahan modal ini, omzet naik 80-90 persen. Dari sebelumya Rp 100 juta-Rp 150 juta, sekarang omzet hampir Ro 300 juta per bulan.

"Dampak pandemi kemarin sangat memukul usaha saya, mau pinjam bank juga bunganya tinggi. Masih khawatir karena kondisinya belum sepenuhnya normal. Setelah mendengar kalau Pemkab Sidoarjo ada program kredit dengan bunga ringan, akhirnya saya mengajukan pinjaman untuk tambahan modal sebesar Rp 150 juta. Meski pinjamanya di BPR milik pemkab, yang penting itu bunganya ringan," tutur Makhbub.

Baca juga: Program CSR PT PII Terkait Pembinaan UMKM Kota Situbondo Lahirkan UMKM Naik Kelas

Secara terpisah, Kepala Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Delta Artha, Sofia Nurkrisnajati Atmaja menjelaskan, proses pengajuan pinjaman atau pengajuan kredit program Kurda Sayang sangat mudah dan nilainya variatif.

Bagi UKM/UMKM yang belum memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sebagai syaratnya pengajuan kredit, sebagai gantinya cukup mengurus surat keterangan usaha dari kantor desa masing-masing.

"Kuota Kurda Sayang masih ada, subsidi dari Pemkab Sidoarjo masih ada sekitar Rp 1,9 miliar. Bagi pelaku UKM yang ingin mengajukan kredit bisa langsung datang ke BPR Delta Artha, konsultasi melalui nomor telepon juga bisa," ujar Sofia Nurkrisnajati Atmaja.

Menurut Sofi, panggilan akrab Sofia Nurkrisnajati Atmaja, Kurda Sayang program dari Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor sangat dirasakan oleh pelaku usaha kecil.

Sekitar 8.500 UKM sudah memanfaatkan program Kurda. Dari jumlah itu, tidak ada yang mengalami kendala kredit macet.

"Kredit macet tidak ada, semua lancar. Rata-rata yang meminjam itu usahanya jalan semua dan banyak yang omzetnya meningkat karena ada tambahan pinjaman modal dari Kurda," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved