Berita Gresik
Program Ngopi Bayar Pakai Sampah Terus Dikembangkan di Kota Gresik
PT Pertamina Lubricants (PTPL), Production Unit Gresik (PUG) kembali meresmikan program ngopi bayar pakai sampah di Warung 58 Kelurahan Pekelingan, Ja
Penulis: Sugiyono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - PT Pertamina Lubricants (PTPL), Production Unit Gresik (PUG) kembali meresmikan program ngopi bayar pakai sampah di Warung 58 Kelurahan Pekelingan, Jalan K.H. Kholil, Gresik, Minggu (26/12/2021).
Harapannya, dapat mengurangi sampah dan ikut peduli terhadap lingkungan.
Peresmian Warung Kopi 58 dihadiri oleh Sekda Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Camat Gresik, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Lurah Pekelingan, Karang Taruna Kelurahan Pekelingan dan masyarakat umum.
Manager PUG PTPL Gresik Setyo Nugroho mengatakan, program ini merupakan replikasi ke tiga selama tahun 2021.
Tujuannya untuk mengurangi penggunaan sampah plastik maupun sampah lainnya di lingkup masyarakat khususnya wilayah ring 1 dan 2 perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga menyadarkan masyarakat luas akan pentingnya pemanfaatan sampah plastik untuk di daur ulang menjadi barang yang bernilai ekonomis.
"Kami ingin melestarikan budaya ngopi yang melekat di masyarakat Gresik dengan gerakan peduli lingkungan. Program ini diharapkan, dapat menggerakan sebuah langkah positif yaitu pengurangan penggunaan kemasan, kantong, botol, gelas yang berbahan plastik, serta pemanfaatan sampah,” kata Setyo.
Lebih lanjut PTPL bersama stakeholders menyadari potensi ini sangat baik untuk dilakukan dengan aksi peduli lingkungan.
“Masyarakat dapat datang ke warung kopi dengan membawa sampah yang dapat ditukarkan menjadi voucher kopi,” imbuhnya.
Menurut Setyo kehadiran Kopi Sampah di Jalan Kramat Langon Gresik telah berperan aktif dalam mengurangi jumlah sampah kering di wilayah Kecamatan Gresik.
Sejak tahun 2020, program ini tercatat berhasil menyumbang jumlah pengurangan sampah ke tempat pembuangan sampah (TPS) sebesar 1 ton sampah kering atau 0,082 persen dari jumlah sampah keseluruhan di Kecamatan Gresik.
“Sampai saat ini, kami terus berupaya menghadirkan inovasi, dengan replikasi ini, untuk menjadi pelopor zero waste café di Gresik. Kami bangga, bisa mengurangi sampah di masyarakat dan membudayakan daur ulang. Semoga ini dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli akan sampah di lingkungan sekitar,” katanya.
Dalam program ngopi bayar pakai sampah memberlakukan SOP melalui penerapan 4R yaitu reduce, reuse, recycle dan replacement, sehingga membatasi penggunaan plastik dari sedotan, kantong plastik, cup minuman agar mampu memberikan brand eco cafe atau kedai ramah lingkungan.
“Melalui kegiatan replikasi ini juga, PTPL siap membantu warung kopi lainnya untuk menerapkan program ngopi bayar pakai sampah dengan standarisasi yang ada,” katanya.
Sebagai tanggung jawab PTPL terhadap lingkungan sekitar, senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kabupaten-gresik-menyerahkan-program-kerjasama-ngopi-bayar-sampah-minggu-26122021.jpg)