Berita Magetan

Walau Berkurang Kekhawatiran Warga, Sisi Lain Tebing Poncol Magetan dalam Posisi Rawan Longsor

Kendati rasa ke khawatiran Warga di lingkungan Duwet Garut, Desa Alastuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, sedikit berkurang setelah Dinas

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Talud jurusan Parang - Turus, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan yang nyaris membawa amblas puluhan rumah di lingkungan Duwet Garut, Desa Alastuwo, Kecamatan Poncol, Magetan terlihat sudah selesai 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kendati rasa kekhawatiran Warga di lingkungan Duwet Garut, Desa Alastuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, sedikit berkurang setelah Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPU PR) setempat membuat talud di bahu jalan jurusan Parang - Turus yang beberapa waktu lalu longsor dan nyaris menggondol puluhan rumah warga setempat itu.

Namun kini rasa kekhawatiran itu timbul kembali setelah tebing sedalam kurang lebih 50 meter yang berada di sisi Timur dan Barat dari talud baru yang dibangun menelan anggaran Rp 143. 340. 000, 00 itu, posisinya menunjukan bakal menyusul longsor dan mengancam puluhan rumah disisi lainnya.

"Senang Mas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera memperbaik dan membuat talud agar tidak longsor. Rumah saya dan rumah warga lain selamat tidak terbawa longsor,"kata Sutiyem warga di lingkungan Duwet Garut, Desa Alastuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan kepada Surya, Sabtu (25/12).

Baca juga: Gus Yahya Sebut Ada Pendekar Muktamar di balik Kemenangannya, Siapakah yang Dimaksud? 

Tapi, lanjut Sutiyem, ketentraman warga setelah dibuatkan talud baru untuk mengamankan longsor  susulan oleh Pemkab yang letaknya tepat dirumahnya, dua sisi lain tebing curam sedalam kurang lebih 50 meter itu sudah mulai retak retak dan sedikit sedikit longsor.

"Tinggal menunggu hujan deras seperti kemarin. Tapi mudah mudahan, itu juga segera ditalud, sebelum mengamblaskan puluhan rumah yang hanya berjarak enam meter dari bibir jurang ini,"ujar Sutiyem.

Katanya, setiap malam warga laki laki, selalu berjaga meronda secara bergilir. Apalagi kalau hujan tiba dan deras. Warga hampir semua keluar rumah berjaga jaga, kalau ada tebing amblas ke bawah atau longsor.

"Kalau saya tidak hanya khawatir rumah ikut terbawa longsor. Tapi juga sawah ladang saya dan tanaman saya tepat dibawah tebing yang longsor itu. Kadang takut juga ke sawah, setiap saat melihat keatas. Takut tiba tiba longsor,"kata Ibu berputra satu dan cucu satu ini.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Jalan Jembatan, DPU PR Kabupaten Magetan, Didiek Budiman, mengaku sudah merenanakan dan menganggarkan kedua tebing yang sewaktu waktu longsor dan meluncur ke jurang sedalam 50 meter itu.

"Sudah rencanakan dan anggarkan untuk memaang talud di kedua sisi yang mengancam longsor. Saya anggarkan tahun 2022. Tapi mungkin yang saya tahu baru disisi Timur sudah prioritas dipikirkan,"kata Didiek Budiman.

Menurut Didiek, kalau kedua sisi itu akan dibangun talud berjanji akan memberikan informasi ke Surya. Namun, DPU PR belum menyebutkan kapan perbaikkan talud yang terancam longsor itu.

"Sudah tak pikirkan itu, awakmu mikir liyane wae Mas,"kata Didiek Budiman.(tyo).

Kumpulan berita Magetan terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved