Hasil Survei, Kecenderungan Pemilih Parpol Menurun, Dominasi Aktor Politik Makin Menguat

Hasil survei The Republic Institute menyatakan kecenderungan pemilih parpol alami penurunan, dominasi aktor politik makin menguat.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Yusron Naufal Putra
Peneliti Utama The Republic Institute, Sufyanto saat pemaparan hasil survei secara daring, Minggu (2/1/2022).  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Preferensi masyarakat untuk memilih partai politik (parpol) dalam kontestasi pemilu cenderung mengalami tren penurunan.

Sebaliknya, pilihan pemilih pada aktor politik sebagai individu justru semakin menunjukkan angka yang besar. 

Hal ini menjadi pemaparan dalam rilis survei terbaru yang dilakukan lembaga The Republic Institute bertajuk "Webinar Catatan Politik Awal Tahun 2022: Membincang Demokrasi di Aras Lokal & Publikasi Hasil Riset Politik," Minggu (2/1/2022). 

The Republic Institute melakukan riset terkait voting behavior masyarakat pada pilihan gambar/bendera partai politik dan aktor politik/calon anggota legislatif (caleg) menjelang Pemilu 2024

Peneliti utama The Republic Institute, Sufyanto mengatakan, jelang Pemilu 2024, pihaknya menemukan sebuah fakta perubahan politik yang nyata terkait pilihan masyarakat Indonesia. 

"Semakin hari menunjukkan perkembangan yang cukup mengkhawatirkan terkait bagaimana pemahaman masyarakat pada keberadaan partai politik sebagai lembaga yang konstitusional," kata Sufyanto dalam rilis daring. 

Survei tersebut digelar dengan melibatkan 1.225 responden yang tersebar di 34 provinsi di seluruh wilayah di tanah air. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan multistage sampling dan purposive sampling dengan margin of error sebesar 3,8 persen. 

Menurut Dosen Politik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo itu, pihaknya juga memelototi hasil Pemilu 2019. Di mana dari sembilan partai politik yang lolos ke Senayan, mayoritas memilih caleg. Sementara pilihan ke gambar partai sangat kecil, hanya di rentang 13 sampai 29 persen.

Baca juga: Songsong Pemilu Serentak 2024, PDI Perjuangan Jatim Siapkan Pemetaan dan Survei Internal

Sementara berdasarkan temuan riset terbaru, Sufyanto mengungkapkan setidaknya dapat ditemukan beberapa hal.

Pertama, konstituen partai politik yang berada di Senayan memiliki kecenderungan pilihan pada aktor politik dari pada gambar partai politik.

Berbeda dengan partai politik non-parlemen atau partai politik baru, kecenderungan pilihan konstituen terhadap gambar partai politik cenderung tinggi lantaran nama/gambar partai politik lebih dikenal.

"Sementara itu pilihan ke aktor politik cenderung kecil karena dari nama-nama aktor politik non-parlemen tersebut memang tidak banyak dikenal oleh pemilih," terangnya melanjutkan. 

Sufyanto melanjutkan, temuan kedua berdasarkan hasil survei tersebut didapatkan, yaitu bagi partai politik Senayan bila dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019 lalu, kecenderungan pilihan ke gambar partai semakin menurun. 

Nyaris seluruh partai politik untuk tingkat pilihan ke gambar partai semakin menurun di rentang angka 2,51 hingga 7,91 persen. 

Berbagai fakta yang didapatkan pihaknya, menunjukkan indikasi eksistensi partai politik semakin rapuh. 

Padahal sesuai regulasi, partai politik merupakan pemegang fungsi yang sangat strategis dalam memaknai proses pemilu sebagai roh demokrasi.

"Ini sungguh mengejutkan. Artinya, pilihan ke instusi partai itu semakin rapuh kalau partainya tidak segera memperbaikinya," tambah Sufyanto.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved