Breaking News:

Berita Jember

Tak Cuma Sampah Plastik, Ada Celana Dalam hingga Bra Ditemukan di Tepi Sungai Bedadung Jember

Beragam jenis sampah ditemukan di tepi Sungai Bedadung, Jember oleh Tim Ecoton komunitas pecinta lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
Ecoton
Tim peneliti kualitas air Sungai Bedadung menunjukkan sampah yang ditemukan, Rabu (5/1/2022) 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Beragam jenis sampah ditemukan di tepi Sungai Bedadung, Jember oleh Tim Ecoton komunitas pecinta lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (Unej), Rabu (5/1/2022).

Barang seperti celana dalam, bra, kantong plastik, juga aneka bungkus makanan, dan minuman saset ditemukan di tepi Sungai Bedadung.

Mereka pun kemudian melakukan brand audit terhadap sampah yang ditemukan di tepi sungai ikonnya Jember itu. Sampah kain, seperti celana dalam dan bra tidak mengarah ke merk tertentu.

Sedangkan sampah bungkus kemasan, tim menemukan lima brand yang paling banyak dijumpai. Kelima brand itu terdiri atas merk produsen sabun, perawatan mandi, mie instan, kopi, dan kacang.

Audit sampah itu dilakukan di tengah kegiatan Ekspedisi Sungai Bedadung oleh Ecoton selama tiga hari mulai 5 - 7 Januari 2022. Ekspedisi itu untuk meneliti kondisi dan kualitas air Sungai Bedadung.

Baca juga: LSM Ecoton Temukan Kandungan Air Sungai di Pulau Jawa Tercemar Mikroplastik

Satu di antaranya meneliti kondisi sampah di sekitar sungai itu. Sebab berdasarkan PP 22/2021 Tentang Penyelenggaran Lingkungan Hidup, baku mutu sampah di sungai kelas II harus nihil.

"Namun kami temukan banyak sampah, terutama sampah plastik yang tersangkut di pohon ataupun rumpun bambu, yang itu lambat laun akan mengalami fragmentasi terpecah menjadi serpihan kecil yang disebut mikroplastik," ujar Achmad Ababil ketua E-Healthy FKM Unej.

Sampel sampah itu masih hanya ditemukan di DAS Bedadung sisi perbatasan Ajung dan Mangli di Jl Otto Iskandardinata. Sementara tim akan mengambil sampel air di beberapa titik lagi di DAS Bedadung, hingga Jumat (7/1/2022).

Baca juga: Nekat Tangkap Ular Cobra Pemangsa Burung di Kandang, Tiga Warga Jember Kena Semburan Bisa

Dari tiga titik di kawasan perbatasan Ajung dan Mangli itu saja diketahui sejumlah sampah yang banyak ditemukan.

"Jadi memang tidak beda dengan kondisi sungai lain di Jawa Timur. 80 persen, sampah ini dibuang ke sungai," ujar Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi.

Persoalan membuang sampah ke sungai, tegas Prigi, tidak bisa menyalahkan kebiasaan masyarakat, namun juga perlu dilihat bagaimana upaya pemerintah.

"Apakah ada fasilitas pengolahan sampah di desa atau permukiman tepi sungai. Seharusnya pemerintah memprioritaskan kawasan tepi sungai untuk zero waste. Selain masyarakat harus punya kebiasaan dan kesadaran tidak membuang sampah ke sungai," tegasnya.

Hasil penelitian Ecoton itu, kata Prigi, akan disampaikan kepada pemangku kebijakan terkait sungai, antara lain balai besar pengelola sungai maupun pemerintah daerah.

Penelitian Ecoton itu untuk mengetahui persoalan sampah sungai, mikroplastik, juga kualitas air seperti kadar fosfat, nitrat, nitrit, juga klorin, dan pH.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved