Breaking News:

Berita Surabaya

Surabaya Disebut Belum Bisa Nol Banjir, Anggota Komisi C DPRD Surabaya Berikan Saran

Curah hujan tinggi dengan durasi lama mengakibatkan sejumlah  wilayah termasuk tengah kota tergenang. Bahkan baru kali ini jantung kota tergenang.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/NURAINI FAIQ
Kondisi banjir di sejumlah jalan di Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Curah hujan tinggi dengan durasi lama mengakibatkan sejumlah wilayah termasuk tengah kota tergenang.

Bahkan baru kali ini jantung kota tergenang. 

Mulai dari wilayah Embong Malang, Basuki Rahmat, Bubutan, dan sejumlah ruas jalan protokol lain.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma selalu mendengar alasan terjadinya genangan di Kota Surabaya karena kapasitas pompa air.

Selama tidak ada penanganan banjir yang menyeluruh terkait saluran air, pompa air, dan perilaku dukungan warga kota, hingga penanganan wilayah pesisir, Surabaya sulit nol banjir.

Baca juga: Makin Banyak Calon Investor Tertarik Potensi Trenggalek, Ada yang Datang dari Luar Negeri

“Di Kota Surabaya pasti akan ada selalu wilayah yang tergenang selama penanganan banjirnya tidak menyeluruh. Harus saling bekerja sama antara warga masyarakat, Pemerintah Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur," kata William, anggota Fraksi PSI DPRD Surabaya, Sabtu (8/1/2022)

Menurut William sebenarnya penanganan saluran sudah baik dan dibersihkan secara rutin. Di sinilah warga bisa berperan serta menjaga agar Kota Surabaya tidak terendam, warga harus juga bekerjasama tidak membuang sampah di saluran air. 

Mengenai pompa. Awal tahun lalu, anggota Komisi C ini telah mengusulkan penambahan kapasitas pompa dan memaksimalkan kemampuan pompa. Dari pantauan di lapangan, sebagian besar Pompa di Surabaya masih bisa dimaksimalkan. 

"Itu Isudah saya sampaikan ke Dinas terkait. Memang semua nyala 24 jam dan sebelum hujan, tapi setelah melihat spesifikasi pompa di lapangan menurut saya kapasitas pompanya masih bisa dimaksimalkan lagi," kata William yang pernah bekerja sebagai desainer pompa.

Tentang kapasitas maksimal pompa yang sudah terpasang, dia menyarankan agar pemerintah Kota Surabaya memanggil principal pompa yang digunakan supaya lebih memaksimalkan kapasitas pompa yang ada.

Penanganan wilayah pesisir perlu ada kerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menata wilayah pesisir. Supaya tidak terjadi Rob dan ada solusi saat curah hujan tinggi dan air laut sedang pasang naik. 

Kalau sedang pasang naik tentunya air akan susah dialirkan ke laut, nah ini harus ada solusi yang dipikirkan bersama Pemkot dan Pemprov. 

“Untuk jangka pendeknya, maksimalkan kemampuan pompa. Naikkan kapasitas pompa. Panggil segera principal penyedia pompa kalau takut pompanya rusak," tandas William. (Faiq) 

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved