Liga 3
Gresik United dan Subangkit Resmi Berpisah, Ini Alasannya
Subangkit angkat kaki dan tidak lagi menjadi bagian Gresik united pada putaran nasional Liga 3 2021.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Taufiqur Rohman
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Gresik United resmi berpisah dengan pelatih kepala Subangkit. Keberhasilan lolos putaran nasional Liga 3 2021 tidak menjadi jaminan kerja sama keduanya berlanjut.
Di tangan pelatih berpengalaman itu, Gresik United berhasil menjadi juara tiga dari 69 tim di Liga 3 regional Jawa Timur.
Mengamankan satu tiket putaran nasional yang rencananya digelar akhir bulan Januari untuk mewujudkan target lolos Liga 2.
Sejak ditunjuk menjadi pelatih kepala pada bulan Juni lalu, kerja sama keduanya tidak pernah diterpa isu miring.
Keberhasilan lolos putaran nasional membuat harapan warga Gresik melihat tim kembali ke kasta tertinggi memuncak. Sayangnya, kerja sama keduanya tiba-tiba harus berakhir di awal tahun 2022.
Baca juga: Persikabo Vs Persebaya - Puji Kualitas Lawan, Aji Santoso Optimistis Amankan Tiga poin
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, suasana ruang ganti diterpa isu tidak harmonis.
Subangkit juga menolak tawaran menjadi Direktur Teknik. Subangkit angkat kaki dan tidak lagi menjadi bagian Laskar Joko Samudro di Liga 3.
Manajer Gresik United, Toriqi Fajerin mengatakan, sebenarnya manajemen tetap ingin bekerja sama dengan Subangkit di Liga 3 Nasional. Namun bukan sebagai pelatih, melainkan sebagai Direktur Teknik.
Tawaran itu berdasarkan hasil evaluasi tim.
Ada dua alasan kenapa manajemen memutuskan menawari kursi direktur teknik. Pertama adalah hasil evaluasi di Liga 3 Zona Jawa Timur.
"Jujur kami punya target tinggi di Liga 3 Jatim, tapi kami hanya bisa meraih posisi ketiga,” bebernya.
Kedua, kegagalan Gresik United U-17 di Piala Soeratin U-17. Sosok Subangkit bisa menancapkan pondasi penting dalam struktur pembinaan Gresik United jika diplot jadi Direktur Teknik.
"Tapi Coach Subangkit menolak tawaran kami dan memutuskan mundur. Kami pun sepakat mengakhiri kerja sama,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Kaji Riky mengucapkan banyak terima kasih. Pengalaman serta racikannya memberikan banyak perubahan dan membawa Gresik United lolos ke Liga 3 Nasional.
”Semoga coach Subangkit terus sukses dengan karirnya ke depan,” paparnya.
Subangkit memberikan salam perpisahan kepada Ultras Gresik dan manajemen Gresik United atas kerja sama selama ini. Bersama-sama berjuang mengantarkan Gresik United menjadi juara tiga di Liga 3 Jawa Timur dan lolos Liga 3 putaran nasional.
"Sayang kebersamaan kita hanya sampai disini, karena terhitung mulai hari ini saya tidak lagi merupakan bagian dari tim Gresik United. Semoga kedepannya Gresik United bisa lebih baik lagi dan lolos Liga 2," kata Subangkit.
Keputusan pelatih yang dikenal spesialis membawa tim promosi itu sudah bulat. Memilih untuk berpisah bersama Gresik United.
”Saya lebih baik mundur dan tidak menerima tawaran untuk duduk di jabatan direktur teknik,” ucapnya.
Subangkit memang dikenal sebagai pelatih spesialis membawa tim promosi.
Tercatat, empat tim yang ditanganinya promosi, PSIS Semarang dibawanya promosi ke Liga 1 beberapa tahun lalu. Lalu Persiku Kudus, Persema Malang dan Persekabpas Pasuruan.
Pelatih fisik Daud Palajukan dikabarkan mengikuti jejak Subangkit.
Jabatan pelatih kepala Gresik United ditangani oleh Khusairi yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih. Dibantu Ahmad Nurosadi sebagai pelatih kiper yang baru saja bergabung beberapa hari lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pelatih-kepala-gresik-united-subangkit-saat-konferensi-pers-di-liga-3-jawa-timur.jpg)