Sidoarjo Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Cegah PMK Jelang Idul Adha

Pemkab Sidoarjo sedang memperketat pengawasan lalu lintas dan kesehatan hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/M Taufik
KURBAN – Salah satu stand penjualan hewan kurban di pinggir jalan Sidoarjo. Belakangan, lalu lintas dan kesehatan hewan kurban diawasi ketat oleh petugas. Termasuk dilakukan vaksinasi untuk mencegah PMK 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Sidoarjo memperketat pengawasan lalu lintas dan kesehatan hewan ternak menjelang Idul Adha untuk mencegah penyebaran PMK.
  • Dispaperta telah memvaksinasi sekitar 5.000 ekor ternak, dengan sapi menerima dua dosis lengkap agar antibodi optimal.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJOPemkab Sidoarjo sedang memperketat pengawasan lalu lintas dan kesehatan hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di wilayah Kota Delta bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Upaya itu lakukan seiring melonjaknya aktivitas perdagangan ternak menjelang Idul Qurban.

Lapak-lapak musiman penjualan kambing dan sapi sudah marak di berbagai wilayah. Di pinggir-pinggir jalan, hingga di beberapa area permukiman.

Aktivitas yang semakin meningkat itu diantisipasi oleh otoritas veteriner setempat guna mencegah potensi penyebaran penyakit menular pada hewan.

Baca juga: Sepekan Jelang Idul Adha 2026, Permintaan Hewan Kurban di Mojosari Meroket 300-500 Persen

Plt Kepala Bidang Produksi Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Sidoarjo, Erwin Priatmoko, menyatakan bahwa sejauh ini situasi kesehatan ternak di Sidoarjo masih relatif aman dan terkendali.

"Hingga saat ini belum ada laporan masuk mengenai kasus PMK baru," kata Erwin.

Sebagai langkah preventif, Dispaperta Sidoarjo telah mengintensifkan program vaksinasi PMK. Tercatat sudah ada sekira 5.000 ekor ternak telah divaksinasi.

Untuk komoditas sapi, penyuntikan dilakukan sebanyak dua kali (dosis lengkap) guna memastikan terbentuknya antibodi yang optimal.

Erwin menambahkan, petugas teknis diterjunkan secara berkala untuk melakukan pemeriksaan dari kandang ke kandang (door to door) milik peternak, bukan sekadar pemantauan pasif.

Selain menyisir lapak dadakan dan kandang domestik, fokus utama pengawasan kini diarahkan pada hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah Sidoarjo.

Petugas di lapangan diinstruksikan untuk memeriksa dokumen surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), daerah asal ternak, hingga status vaksinasinya.

Di sisi lain, Dispaperta Sidoarjo melihat adanya pergeseran perilaku konsumen yang positif.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved