Breaking News:

Berita Pacitan

Polres Pacitan Gandeng BKSDA Dalami Insiden Tujuh Lumba-lumba Yang Tersangkut Jaring Nelayan

Polres Pacitan telah memeriksa KM Restu beserta nahkoda dan awak kapal setelah tujuh ekor lumba-lumba tertangkap jaring yang mereka tebar

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Screenshot Video Lumba-lumba Tertangkap Jaring Nelayan di Pacitan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Polres Pacitan telah memeriksa KM Restu beserta nahkoda dan awak kapal setelah tujuh ekor lumba-lumba tertangkap jaring yang mereka tebar.

Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan setelah video tertangkapnya tujuh ekor lumba-lumba tersebut viral, polisi melakukan pengecekan di KM Restu.

Tak hanya itu, 23 orang awak kapal beserta nahkoda KM Restu juga turut dimintai keterangan.

Baca juga: Banjir dan Longsor Kembali Melanda Jember, Kaliwates Kondisinya Parah

"Kalau dari keterangan, memang tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Lumba-lumbanya juga langsung dilepas dikembalikan ke laut," kata Wiwit, Minggu (9/1/2022).

Menurut Wiwit, selama ia menjabat sebagai Kapolres Pacitan belum ada kasus lumba-lumba tertangkap jaring nelayan.

Namun untuk melakukan pendalaman ia akan mendatangkan BKSDA ataupun ahli perikanan lainnya untuk memastikan ada unsur kesengajaan atau tidak.

"Mungkin ada kelalalaian atau misalnya menurut ahli itu bukan di area tangkap ikan nelayan dan kemungkinan lainnya," lanjutnya.

Selain itu, dengan mendatangkan ahli, Wiwit berharap bisa mengetahui jika memang ada perilaku lumba-lumba di Samudera Hindia yang berubah.

"Sampai sekarang juga tidak ada pelarangan untuk nelayan di Pacitan melaut setelah tertangkapnya lumba-lumba itu. Kalau ada pelarangan juga kasihan karena banyak masyarakat yang mata pencahariannya sebagai nelayan," jelasnya.

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi kejadian terulang polisi telah melakukan pemeriksaan di seluruh bagian kapal KM Restu.

"Jadi sebelum sandar di pelabuhan, kita jemput dulu ke tengah laut. Kita periksa barangkali ada bagian tubuh lumba-lumba yang disembunyikan. Atau bahkan menangkap lagi," ujar Wiwit.

"Hasilnya nihil, dalam kapal tersebut hanya ada ikan tangkap yang biasa dikonsumsi," lanjutnya.

Untuk itu, hingga kini para nelayan tersebut berstatus sebagai saksi karena memang tidak ada unsur kesengajaan yang terbukti dalam insiden tertangkapnya lumba-lumba tersebut.

Kumpulan berita Pacitan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved