Breaking News:

Meninggal Tersambar Petir saat Cari Ikan, Nelayan Situbondo Dapat santunan BPJAMSOSTEK Rp 70 Juta

Akibat meninggal tersambar petir ketika mencari ikan, seorang nelayan di Situbondo mendapat santunan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 70 juta

Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/istimewa
Perahu nelayan di Pantai Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. 

TRIBUNJATIM.COM - BPJS Ketenagakerjaan / BPJAMSOSTEK  Kantor Cabang Situbondo menyerahkan santunan kecelakaan kerja kepada ahli waris nelayan Wagiso yang meninggal dunia tersambar petir saat melaut mencari ikan.

Saat kejadian, Wagiso bersama 20 orang nelayan lain tersambar petir saat melaut mencari ikan di perairan Pandean Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Nah, dari 20 nelayan tersebut, 12 orang selamat, 5 orang meninggal dunia, dan 3 orang luka-luka.

Salah satu korban meninggal dunia, Wagiso (55) telah menjadi peserta BPJAMSOSTEK sejak bulan Desember 2021. Sehingga dia berhak mendapatkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dari BPJAMSOSTEK sebesar Rp 70 juta.

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Deny Yusyulian, Selasa (11/1/2022) mengatakan, musibah dapat menimpa siapa saja dan kapan saja. Seperti musibah kecelakaan kerja dan mengakibatkan meninggal dunia yang dialami Wagiso, nelayan peserta BPJAMSOSTEK.

"BPJAMSOSTEK hadir untuk melindungi semua masyarakat dengan harapan setelah tenaga kerja terdaftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK mereka bisa merasa lebih aman dan nyaman dalam bekerja," ujarnya.

Baca juga: Jadi Daerah Pertama Lindungi RT dan RW, BPJamsostek Serahkan Santunan Kematian Rp 42 Juta di Jember

Menurut Deny, sesuai ketentuan yang berlaku di BPJAMSOSTEK, ahli waris dari peserta yang mengalami kasus kecelakaan kerja hingga meninggal dunia akan diberikan santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan. Sementara jika korban mengalami luka-luka akan ditanggung seluruh biaya perawatan sampai sembuh tanpa batasan biaya (unlimited) sesuai indikasi medis.

“Kami memahami kehilangan keluarga tercinta tak dapat tergantikan oleh apapun. Namun santunan yang kami berikan ini diharapkan bisa membantu keluarga yang ditinggalkan untuk menata hidup ke depan lebih baik lagi dari segi ekonomi," tegasnya.

Ditambahkan Deny, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bisa menjadi salah satu cara untuk perlindungan seluruh tenaga kerja.

Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan agar semua pihak mengambil langkah yang diperlukan sesuai tugas dan wewenang masing-masing dalam mendukung implementasi program Jamsostek, seperti membuat regulasi pendukung termasuk pengalokasian anggaran masing-masing.

"Dalam Inpres tersebut ditegaskan pula, bahwa seluruh pekerja mulai penerima upah, bukan penerima upah, Pekerja Migran Indonesia, serta pegawai pemerintah non aparatur sipil negara dan penyelenggara pemilu harus didaftarkan menjadi peserta BPJAMSOSTEK," tandasnya.

Kepala Kantor Cabang Situbondo, Bayu Wibowo menambahkan, potensi nelayan wilayah Kabupaten Situbondo 9.000 nelayan. Dari jumlah tersebut, yang terdaftar di BPJAMSOSTEK baru 559 nelayan.

Dengan kejadian tersebut pihaknya berharap nelayan yang belum terdaftar segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

"Dengan jadi peserta BPJAMSOSTEK banyak sekali manfaat. Saat ini peserta sangat mudah untuk melakukan pendaftaran dan pembayaran iuran, bisa juga melalui gerai di TPI Pandenan," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved