Breaking News:

Berita Jatim

Tanggapi Video Pria Tendang Sesajen, Gusdurian Jawa Timur: Boleh Tidak Setuju, Tapi Jangan Menyakiti

Tanggapi video viral pria menendang sesajen di lereng Gunung Semeru, Gusdurian Jawa Timur: Boleh tidak setuju, tapi jangan menyakiti.

Istimewa
Tangkapan layar video viral pria membuang sesajen di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Minggu (9/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gusdurian Jawa Timur meminta pelaku pembuangan sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru memberikan klarifikasi. Sebab, hal tersebut bisa berpotensi memunculkan gejolak di masyarakat, yang berujung Islamophobia. 

Jaringan Gusdurian Jawa Timur menganggap pelaku dalam video viral pria membuang sesajen, telah melanggar etika.

"Yang jelas, itu kan ada etika yang dilanggar," kata Presidium Gusdurian Jawa Timur, Yuska Harimurti kepada Tribun Jatim Network, Senin (10/1/2022). 

Baca juga: Mengutuk Aksi Perusakan Sesajen di Lereng Semeru, GP Ansor Lumajang Minta Polisi Tangkap Pelaku

"Seluruh agama mengajarkan bahwa hidup dengan norma. Di Indonesia, kita harus menerima fakta bahwa Indonesia negara beragam. Dan itu dilindungi konstitusi. Ada 6 agama yang diakui secara resmi, dan ada mungkin ratusan keyakinan yang dilindungi undang-undang," kata Yuska Harimurti

Yuska Harimurti menambahkan, pelanggaran etika ini bisa memunculkan polemik perpecahan antarmasyarakat.

"Apa yang dilakukan oleh oknum di Semeru dengan melecehkan tradisi yang berabad-abad, tentu ini akan menyakiti keyakinan orang-orang yang menganggap ini sebagai kebenaran," katanya. 

Menurut komunitas pengagum Gus Dur ini, keyakinan oknum tertentu sebaiknya disampaikan dengan bijak. Tak boleh ada perusakan hingga mengakibatkan orang lain tersinggung. 

"Perbedaan di Indonesia tak bisa dihindari. Kalau dipaksakan di daerah yang mungkin penuh simbol seperti itu, pasti akan membuat orang marah," katanya. 

"Artinya, dimana kita berpijak, kita harus bisa menjunjung segala macam di situ, tanpa harus menyakiti. Boleh kita tidak setuju, namun jangan sampai kita menghina atau sampai melecehkan apa yang diyakini orang lain," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved