Breaking News:

Berita Bojonegoro

Warga Bojonegoro Korban Salah Tangkap Trauma, Iringi Jenazah Putri Malah Dituduh Pelaku Tabrak Lari

Warga Bojonegoro yang menjadi korban salah tangkap masih trauma, berduka ditinggal sang putri malah dituduh jadi pelaku tabrak lari.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Satriya Galih Wismawan (32) menantu korban salah tangkap anggota polisi saat melintas di Lamongan, Selasa (11/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Ingatan Andrianto (63), warga Jalan Pattimura, Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Bojonegoro, saat menjadi korban salah tangkap masih membekas.

Pria pengiring mobil jenazah putrinya, Maria Ulfa Dwi Andreani itu mendapat perlakuan tak menyenangkan dari anggota Polres Lamongan, saat melintasi wilayah setempat, Selasa (28/12/2021) malam.

Ia dianggap sebagai pelaku tabrak lari saat perjalanan pulang dari rumah sakit di Surabaya menuju Bojonegoro, hingga akhirnya diamankan di Mapolsek Babat.

Bahkan, dijelaskan Satriya Galih Wismawan (32), menantu dari korban yang juga suami almarhumah, mertuanya yang mendapat pemukulan dan perbuatan keluar paksa dari mobil itu masih trauma.

"Masih trauma, termasuk saya juga," kata Galih saat dikonfirmasi, Rabu (12/1/2022).

Galih menjelaskan, sang mertua mendapat pemukulan di wajah begitu kaca mobil dibuka, karena sempat diikuti dianggap sebagai pelaku tabrak lari.

Galih yang mengetahui mertua dihentikan polisi, lalu turun dari mobil jenazah dan menanyakan permasalahannya.

Tak mendapat jawaban memuaskan, Galih juga mendapat pukulan di punggung bawah leher.

"Jadi saya dan mertua mendapat pemukulan, saat di Polsek Babat saya jelaskan kita rombongan jenazah, dicek juga ambulans. Setelah itu baru dilepaskan, tapi ada SIM dan STNK yang ditahan," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved