Breaking News:

Berita Surabaya

Latih Motorik Anak dengan Berenang, Fun Swimming Academy Gunakan Metode dan Pendekatan Khusus

Melatih motorik anak dengan olahraga renang, Fun Swimming Academy Surabaya gunakan metode dan pendekatan khusus.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Fun Swimming Academy
Salah satu peserta kelas renang anak di Fun Swimming Academy Surabaya saat mengikuti sesi pelatihan bersama coach, Kamis (13/1/2022).  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Olahraga renang dipercaya mampu melatih motorik kasar dan halus pada anak. Mengajarkan renang sejak dini akan membuat anak terlatih lebih gesit dan sigap.

Dalam renang sendiri dibutuhkan koordinasi yang baik antara gerakan tangan kaki mata serta kepala. Hal ini merupakan bagian dalam melatih motorik halus. 

Untuk itu, olahraga renang sangat dianjurkan tak hanya pada orang dewasa, namun pada anak juga, bahkan latihan renang bisa dimulai sejak anak masih bayi. 

Seperti Fun Swimming Academy (FSA) yang membuka kelas khusus untuk bayi. Tempat les renang di Surabaya-Sidoarjo ini memberikan pelatihan dasar terkait teknik-teknik renang sesuai dengan usia.

Baca juga: Penampakan Hiu Tutul Muncul di Perairan Probolinggo, Berenang Berdampingan dengan Kapal Nelayan

"Renang merupakan olahraga yang baik untuk melatih motorik anak. Di sini kami menerapkan metode pembelajaran demonstrasi dengan pendekatan saintifik, di mana pada praktiknya siswa akan diberikan sebuah gambaran untuk melakukan teknik dasar berenang, lalu siswa akan mengamati seperti apa gerakan tersebut," ujar Founder Fun Swimming Academy, Rizky Prayuda, Kamis (13/1/2022). 

Rizky Prayuda menuturkan, dalam metode demonstrasi dan pendekatan saintifik tersebut, pada tahap selanjutnya siswa akan diberikan kesempatan untuk mencoba apa yang sudah mereka amati. Siswa bisa menganalisis dan merasakan gerakan teknik dasar tersebut secara langsung. 

Supaya siswa bisa mengingat dan bisa mempraktikkan gerakan tersebut, mereka akan diminta untuk menjelaskan kembali gerakan apa yang sudah dilakukan. Pelatih kemudian memberikan feedback dari penjelasan siswa. 

"Akhir pembelajaran, siswa diberikan evaluasi selama proses pembelajaran dengan tujuan untuk mengingatkan siswa terkait teknik dasar renang yang sesuai. Tujuannya supaya siswa benar-benar memahami teknik yang benar dan mampu praktik secara langsung," jelas Rizky Prayuda

Jumlah siswa FSA saat ini ada sekitar 322 peserta, yang terdiri dari Kelas Reguler 191 siswa, dan private 131 siswa. Ada juga siswa yang indent, dikarenakan kuota masih penuh. 

"Siswa yang bergabung di FSA mulai usia 1-50 tahun, rata rata siswa FSA anak-anak usia di bawah 12 Tahun. Tapi kami juga ada kelas khusus baby (bayi)," ungkapnya. 

Rizky menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 (virus Corona) ini, siswa FSA justru meningkat 5x lipat. Tim FSA sendiri berjumlah 16 orang. Berdasarkan respons orangtua, coach FSA tergolong sabar dan telaten menghadapi anak-anak dan menerapkan protokol kesehatan, mengingat masa pandemi Covid-19. 

"Karena masih dalam suasana pandemi, kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Coach harus sudah vaksin 2 kali. Tim FSA harus swab antigen rutin setiap 2 minggu. Coach juga wajib mensterilkan peralatan berenang sebelum les berenang dimulai," papar Rizky. 

Selain itu, coach selama proses pembelajaran juga harus memakai face shield dan masker. Kecuali ke dalam kolam melebihi 1,5 meter atau ketika coach memberi contoh gerakan berenang, diperbolehkan melepas masker dan face shield. 

"Protokol kesehatan untuk siswa yaitu diwajibkan dalam kondisi sehat dan bugar. Sebelum masuk ke kolam akan disterilkan dahulu. Tangannya disemprot pakai hand sanitezer. Sebenarnya melatih sambil memakai masker dan face shield itu tidak nyaman, tetapi kita harus memahami kondisi saat ini, maka harus adapatasi dengan keadaan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved